Artikel Terbaru

St Kuriakose Elias Chavara (1805-1871): Pendiri Kongregasi Pribumi Pertama India

St Kuriakose Elias Chavara
[junglekey.in]
St Kuriakose Elias Chavara (1805-1871): Pendiri Kongregasi Pribumi Pertama India
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comJasa dia besar bagi Gereja Katolik Siro-Malabar. Ia memulai banyak karya dan mendirikan kongregasi pribumi pertama bagi laki-laki (CMI) dan perempuan (CMC) India.

Imamat seolah berada di ujung tanduk. Hatinya gundah gulana. Ia tak menyangka di tengah perjalanan imamatnya, perasaan bosan dan kesepian menyergap. Bahtera panggilan mulai goyah. Pengalaman jatuh dan jatuh lagi, terasa mewarnai panggilannya.

Di celah masa genting imamat, ia bertemu Pater Thomas Porukara. Pater Porukara menjadi inspirator hidupnya. Pesan-pesan Pater Porukara berhasil menggairahkan kembali hidup yang mulai lesu.

Setelah mulai mentas dari gurun pasir panggilan, ia bersama Pater Porukara, Pater Thomas Palackal, dan Br Yakob Kanianthara mendirikan kongregasi baru. Pasca dua tahun mencari tempat yang layak, mereka menemukan bukit kecil di Mannanam, Kottayam, India. Di sinilah mereka meletakkan dasar rumah religius pertama pada 11 Mei 1831.

Rumah itu lalu berkembang menjadi kongregasi pertama bagi orang pribumi, Kongregasi Karmelit Maria Imakulata (CMI). Di kemudian hari, mereka mendirikan juga Kongregasi Bunda Karmel (CMC) untuk biarawati.

Itulah secuil kisah pergulatan hidup St Kuriakose Elias Chavara, seorang imam Gereja Katolik Siro-Malabar. Kelak ia menjadi superior ketiga Kongregasi CMI sampai tutup usia pada 1871.

Darah Siro-Malabar
Chavara, putra pasangan Iko Chavara dan Mariam Thoppil. Ia lahir di Kainakary, Kerala, India Selatan, pada 1805. Kainakary adalah sebuah desa di Teluk Kuttanad, wilayah Alappuzha. Daerah ini terkenal di India, selain karena keindahan alam, juga menjadi destinasi wisata lantaran terdapat situs Dinasti Chembakassery Devanarayana (948).

Sejak kecil, Chavara dididik disiplin dalam tradisi Gereja Katolik Siro-Malabar. Ia rajin menjalankan tradisi keagamaan. Saat kanak-kanak, ia sudah mempelajari sejarah Mar Thoma Shleela (St Thomas) yang konon tiba di Kodungallor, India pada 52 M guna mendirikan komunitas kristiani dan wafat di Mylapur pada 72 M.

Keingintahuan terhadap berbagai informasi Gereja mengantar Chavara kepada keputusan untuk menjadi imam. Umat Paroki St Joseph Alappuza ini bercita-cita menjadi imam yang siap sedia melayani umat. Maka usai menamatkan sekolah di Kalari, ia masuk Seminari Pallipuram saat berusia 13 tahun.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*