Artikel Terbaru

Romo T.A. Murdjanto Rochadi Widagdo: Anak Lurah Pembawa Berkah

Romo T.A. Murdjanto Rochadi Widagdo
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Romo T.A. Murdjanto Rochadi Widagdo: Anak Lurah Pembawa Berkah
5 (100%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.comAda berbagai “tanda” unik yang ia alami sebelum dan sesudah tahbisan Imamat. Namanya dikenal orang sebagai “pastor penyembuh”.

Prosesi tahbisan lima imam Keuskupan Agung Jakarta tinggal menghitung jam. Mobil yang akan mengantar Diakon Thomas Aquino Murdjanto Rochadi Wi dagdo bersama keempat diakon dari Kramat menuju Balai Sidang Jakarta, tempat tahbisan, belum tampak. Spontan, seorang diakon mengajak keempat rekannya bermain “tebak-tebakan”.

Bahan tebakan mereka bukan nama buah, binatang atau negara, seperti anak-anak. Bahan “tebak-tebakan” mereka adalah tempat perutusan yang akan diberikan Uskup Agung Jakarta kala itu, Mgr Leo Soekoto SJ (1920-1995) kepada mereka pasca ditahbiskan pada 1986. Empat diakon usai berspekulasi. Tiba giliran Diakon Rochadi. Ia menulis nama dan penempatan mereka di papan tulis.

Tetiba, Romo Alexander Dirdjosusanto SJ masuk. “Siapa yang menulis ini? Dapat bocoran darimana?” tanyanya. Diakon Rochadi mengaku. Tapi ia menyatakan sama sekali tak mendapat bocoran dari manapun. “Semua yang kamu tulis itu benar. Tak mungkin jika
kamu tak dapat bocoran,” imbuh pembimbing rohani mereka di seminari tinggi ini.

Minta Hadiah
Ada “tanda” lain yang dialami sebelum tahbisan. Seorang ibu separoki dengan Romo Rochadi, mendatanginya. Ia minta hadiah kepada Diakon Rochadi sebagai “kado” tahbisan nanti. Diakon Rochadi sontak kaget. “Saya memang mau ditahbiskan. Tapi kok Ibu yang minta hadiah ke saya?” tanya pria kelahiran Ganjuran, Ban tul, DI Yog ya karta, 15 Mei 1958 ini.

Ibu itu yakin, saat tahbisan, doa Romo pasti dikabulkan Tuhan. Keyakinan itulah yang memberanikan dia datang kepada Diakon Rochadi. Ia meminta Diakon Rochadi menyembuhkan suaminya yang empat tahun hilang ingatan. Sepanjang hari, suaminya hanya duduk, melamun, merokok, dan tak makan jika tak dipaksa.

Diakon Rochadi menyambangi kediaman pasangan beda keyakinan itu. Ia bertemu dan mendoakan sang suami. Tak terjadi apa-apa setelah mendoakan pria itu. Saat Misa pentahbisan, Romo Rochadi mengingat dan mendoakan lagi suami ibu yang meminta hadiah kepadanya.

KOMENTAR ANDA:

2 Comments

    • Romo Rochadi saat ini berkarya di Paroki St Yohanes Maria Vianney Cilangkap
      Sekretariat Paroki di Jalan Bambu Wulung No.60, Setu, Cipayung, DKI Jakarta, 13890 (021) 8444893

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*