Artikel Terbaru

Kita Tabur, Kita Tuai

Damianus Lolo CSsR
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Kita Tabur, Kita Tuai
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comGereja diharapkan hadir dengan membawa kegembiraan dan berkah bagi masyarakat sekitar. Pun demikian dengan kehadiran Gereja St Leo Agung Jatiwaringin.

Bertahun-tahun umat Paroki St Leo Agung Jatiwaringin berjuang membangun gereja. Dukungan umat dan warga sekitar menjadi pintu masuk  proses ini. Kehadiran Gereja pun diharapkan dapat membawa kegembiraan dan berkah bagi masyarakat. Menjalin relasi baik dengan  masyarakat sekitar menjadi hal yang mesti dipupuk terus. Berikut petikan wawancara dengan Pastor Kepala Paroki Jatiwaringin Romo  Damianus Lolo CSsR:

Bagaimana proses pembangunan gereja hingga saat ini?

Pengurusan izin pembangunan gedung gereja dimulai Februari 2014. Tidak benar, kalau ada orang bilang Paroki ini sudah lama mengajukan izin, kurang lebih 19 tahun. Kami berusaha memenuhi dan melengkapi semua persyaratan yang diminta pemerintah. Kami meminta dukungan atau restu warga non Katolik minimal 60 tanda tangan. Puji Tuhan, kami mendapatkan lebih 100 tanda tangan. Kebanyakan dari saudara-saudari  Muslim dan sebagian dari Gereja lain, seperti HKBP, Advent, Pentakosta, dan Katolik Ortodoks. Persyaratan yang lain juga sudah kami penuhi. Prinsipnya, kami berusaha memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Kami bersyukur pembangunan gereja bisa dilakukan di Tahun Kerahiman Allah.

Bagaimana relasi dengan masyarakat sekitar?

Kalau mau disimpulkan, sebenarnya yang kami capai sekarang atau yang boleh kami nikmati sekarang karena sudah ditanamkan, ditaburkan sejak lama. Sejak kami pindah dari Jatibening ke Jatiwaringin pada 1997, kami berusaha menciptakan suasana bersahabat. Hubungan kami dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama juga bagus.

Kami juga menjaga hubungan baik dengan Sekolah Jakarta Islamic School (JIS). Kami bertetangga. Masuk dan berdirinya JIS hampir sama dengan pendirian gereja. Kami jalin kerjasama, sekian tahun lokasi tanah untuk bangun gereja ini dipinjamkan sebagai lahan parkir para siswa JIS. Mereka minta disewa, kami bilang silakan dipakai Senin sampai Sabtu nggak usah bayar. Tetapi kalau kami sudah dapat izin membangun, JIS harus mencari tempat parkir. Saat ini JIS sudah mendapatkan lahan parkir baru. Mereka tidak keberatan dan mendukung  pembangunan gereja ini. Kami mesti bisa membawa diri, bergaul tidak memilih-milih, serta mau membaur dengan siapapun. Sebagai warga RT dan RW, kami juga ikut terlibat dalam kegiatan mereka.

Bagaimana Romo mengatasi “kelesuan” umat di tengah penantian gereja baru?

Memang tidak mudah meyakinkan umat bahwa kami mau membangun gereja. Pada kesempatan perjumpaan bersama umat dalam perayaan Ekaristi  maupun rapat pleno, kami mencoba meyakinkan agar umat bersabar. Karena kami melewati proses yang tidak mudah. Kami harus terus berusaha. Ketika izin sudah ada, umat kembali bersemangat.

Kalau saya sendiri sering terharu, tersentuh, karena dalam pertemuan atau kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti bakti sosial, warga bertanya mengenai kapan izin pembangunan gereja keluar. Ada yang mengatakan, “Kami berharap pemerintah segera mengeluarkan izin membangun Gereja Leo Agung Jatiwaringin. Sudah lama Gereja Leo Agung ini beribadah di bawah tenda.” Ada juga yang mengatakan, “Kenapa kita nggak mendukung pembangunan gedung gereja? Kan pembangunan tempat ibadah itu untuk kebaikan, pembinaan mental  orang.”

Apa harapan Romo terhadap relasi Gereja dengan warga sekitar?

Memang memelihara, mempertahankan dan meningkatkan persaudaraan, kerjasama yang sudah baik ini membutuhkan pengorbanan. Saya menghimbau  kepada umat supaya kehadiran, tutur kata, pergaulan, dan sikap kita dalam kehidupan bermasyarakat dapat membawa kesejukan. Jangan sampai bahasa, tutur kata kita menyinggung perasaan dan mengganggu kenyamanan orang lain. Kehadiran Gereja dalam arti umat, di manapun ia tinggal dan bekerja harus menjadi kegembiraan dan berkah bagi masyarakat.

A.Aditya Mahendra

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*