Artikel Terbaru

Siap Mendampingi Pengembangan Paroki Tim Karya

Tim TKPP melakukan survei lahan perluasan Paroki Kuta Bumi, Tangerang.
[Dok. TKPP KAJ]
Siap Mendampingi Pengembangan Paroki Tim Karya
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Tim Karya Pengembangan Paroki Keuskupan Agung Jakarta dibentuk pada 2016. Lima divisi siap mendampingi paroki-paroki dalam mengembangkan, membangun, membeli lahan, dan merenovasi gereja.

Jumlah umat di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) terus berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan ini memunculkan kebutuhan pelayanan dan sarana bangunan gereja yang lebih memadai di paroki-paroki KAJ. Dewan Karya Pastoral KAJ yang dikoordinir Vikaris Jenderal (Vikjen) KAJ Romo Samuel Pangestu pun membentuk Tim Karya Pengembangan Paroki (TKPP).

Tim ini bertugas mendampingi paroki-paroki di KAJ dalam melakukan pengembangan dan perluasan paroki. Ini termasuk mendampingi paroki-paroki yang akan merenovasi, membangun, dan membeli lahan baru untuk gereja. Demikian diungkapkan Romo Adrianus Steve Winarto, Ketua 1 TKPP KAJ. Romo Steve dibantu Romo Antonius Suyadi sebagai Ketua 2.

Tim ini, lanjut Romo Steve, diharapkan mendampingi Paroki yang akan membeli lahan untuk karya pelayanan baru, membantu mengurus izin pembangunan hingga menjalin hubungan baik dengan warga lokal dan pemerintah. “Kalau ada kesulitan dana, kita juga support. Juga perencanaan arsitektural sampai proses pembangunan dan tender,” ungkap Romo Steve. Pembentukan tim ini tidak hanya untuk mendampingi paroki-paroki baru di KAJ, namun juga untuk mengembangkan paroki-paroki lama terkait dengan renovasi dan pembaruan.

Mendampingi
Dibentuk sejak 2016, TKPP KAJ mempunyai lima tim guna memperlancar proses pengembangan paroki di KAJ. Pertama, tim persiapan yang bekerjasama dengan developer dan perumahan. “Divisi ini ada, supaya kami tahu perkembangan yang terjadi. Di apartemen atau perumahan baru ada lahan atau ruang untuk membangun gereja,” tutur Pastor Kepala Paroki St Gabriel Pulo Gebang ini.

Kedua, tim perizinan yang bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemerintah daerah, notaris, dan biro hukum. Ketiga, tim dana untuk membantu ketersediaan dana pengembangan paroki. Keuskupan ingin supporting dana dengan besaran yang berbeda-beda, tetapi bukan Keuskupan yang paling utama. Paroki bertanggung jawab atas ketersediaan dana. Kita hanya membantu dan tetap Paroki yang harus mencari sendiri,” ujar Romo Steve.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*