Artikel Terbaru

Keputusan Memilih Kerja

Keputusan Memilih Kerja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comNama saya Efrida, umur 23 tahun. Saya baru bekerja selama sebulan di sebuah Rumah Sakit (RS). Saya bekerja bukan menjadi bagian dari Rumah Sakit, tetapi dokter yang mempekerjakan. Semalam ada Rumah Sakit yang sama, namun tempat yang berbeda menghubungi saya untuk datang interview pada esok hari. Saya bingung, apakah saya harus pergi? Mengingat saya baru bekerja di Rumah Sakit ini dan seandainya lulus, saya akan keluar dari pekerjaan ini. Bagaimana sebaiknya saya buat keputusan? Terima kasih.

Efrida, Medan

Salam kenal untuk Mbak Efrida, apa kabar? Semoga dalam kondisi sehat dan baik selalu. Masalah pekerjaan adalah masalah yang bisa pelik dan bisa saja mudah. Banyak orang bilang, mencari pekerjaan ibarat mencari jodoh. Apa yang saat ini dialami Mbak Efrida sebenarnya patut disyukuri karena justru mendapatkan tawaran di tengah kesulitan orang mencari pekerjaan. Memang menjadi hal yang membingungkan saat ada tawaran di antara dua pilihan yang sama-sama menarik dan menjanjikan.

Terkait dengan persoalan yang dialami saat ini dimana Anda menghadapi dua tawaran yang menarik. Hal ini tentu saja membingungkan karena keduanya sama-sama menarik. Tentu tawaran-tawaran tersebut berkaitan dengan masalah komitmen dan kepercayaan yang diberikan. Saya memahami bahwa kebingungan yang Mbak Efrida rasakan lebih karena rasa tidak nyaman atau rasa tidak enak kepada dokter yang saat ini memberikan tugas. Ibaratnya sudah diberi kepercayaan malah diabaikan karena tawaran yang lebih menggiurkan. Guna menjawab kebingungan tersebut, ada beberapa poin yang bisa dipertimbangkan.

Pertama, kaji lebih dalam mengenai kedua tawaran tersebut. Di antara keduanya, mana yang lebih memberikan tantangan lebih dan secara psikologis lebih nyaman berkaitan dengan karier dan rasa aman terkait dengan masa depan. Pekerjaan yang memberikan tantangan lebih terkait dengan kemampuan diri dan kenyamanan di masa depan bisa menjadi prioritas. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan untuk bisa mempelajari banyak hal sesuai dengan bidang ilmu yang selama ini ditekuni dan secara finansial memberi kepastian dan jaminan berjangka panjang.

Kedua, komunikasikan tawaran tersebut kepada dokter yang sudah memberikan pekerjaan saat ini. Keterbukaan terhadap situasi yang dihadapi saat ini akan lebih baik jika disampaikan. Ada kemungkinan dokter tersebut akan memberikan pertimbangan yang baik dan kemungkinan lebih rasional karena memahami bahwa pekerjaan yang ditawarkan oleh Rumah Sakit tersebut memberikan tantangan yang lebih besar.

Ketiga, keterbukaan terhadap situasi yang dihadapi saat ini juga akan memperkecil rasa éwuh pekéwuh jika pada akhirnya mengambil keputusan untuk memenuhi tawaran dari Rumah Sakit tersebut. Tentu saja dengan kemungkinan lain, belajar untuk berani ambil keputusan meski sama-sama berdampak pada sebuah risiko tertentu. Pilihlah risiko yang lebih kecil dengan pertimbangan yang rasional dan tidak semata mengedepankan aspek emosi. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan untuk mengambil tawaran Rumah Sakit tersebut akan berdampak pada kemungkinan relasi dengan dokter yang bersangkutan jika merasa diabaikan. Namun dengan membicarakan dari hati ke hati secara terbuka kemungkinan risiko ini akan kecil.

Keempat, pekerjaan yang memberikan karier, kesempatan belajar dan pengembangan diri, dan keamanan secara finansial patut menjadi bahan pertimbangan saat menentukan pekerjaan yang hendak diambil. Semuanya tentu menuntut totalitas dan komitmen dalam bekerja. Pekerjaan yang menantang tentu akan disertai dengan tanggung jawab yang penuh dan ini tidak dapat dilakukan dengan setengah hati. Demikian saran yang dapat saya berikan. Semoga bermanfaat dan selamat bekerja. Tuhan memberkati.

Th. Dewi Setyorini

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*