Artikel Terbaru

Maria Yohana Esti Wijayati: Dongkrak Peran Swasta

Maria Yohana Esti Wijayati
[HIDUP/Stefanus P. Elu]
Maria Yohana Esti Wijayati: Dongkrak Peran Swasta
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Maria Yohana Esti Wijayati peduli dengan pendidikan nasional. Sekolah Katolik tak luput dari perhatiannya. Kamis pekan lalu, saat ditemui di ruang kerjanya di Senayan, Jakarta, Esti berbagi pengalaman memperjuangkan nasib sekolah Katolik lewat jalur politik. Berikut petikan wawancaranya.

Apakah pemerintah juga memperhatikan sekolah Katolik?

Mari kita bicara dalam cakupan yang lebih luas. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Presiden RI Joko Widodo menuangkan dengan sangat jelas bahwa salah satu strategi meningkatkan pendidikan adalah menguatkan peran swasta. Ini sebagai kekuatan kita, di mana ada kebijakan yang memberi ruang kepada yayasan atau masyarakat umum untuk ikut berperan dalam dunia pendidikan. Saya seringkali  berkomunikasi dengan sekolah-sekolah Katolik di DI Yogyakarta. Saya berkesimpulan, sekolah-sekolah yang kita miliki sekarang harus diselamatkan.

Apakah kebijakan pemerintah memberi ruang bagi sekolah Katolik?

Jujur, itu masih menjadi tugas kami yang duduk di pengambil kebijakan. Ada kebijakan pemerintah yang merugikan sekolah swasta, misal di suatu wilayah, pemerintah jor-joran memberi dana ke sekolah negeri. Hal itu dengan sendirinya mematikan sekolah swasta. Sekolah negeri tambah kelas baru tiap tahun, sementara sekolah swasta tutup kelas karena tak ada murid. Saya kritik ini keras di Komisi X. Kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus memperhatikan hal ini. Juga jangan buka lagi sekolah negeri kalau di suatu wilayah sudah ada sekolah swasta. Mending perkuat sekolah swasta dengan sokongan dana dan Pegawai Negeri Sipil untuk mengajar di situ.

Contoh bantuan yang disediakan pemerintah?

Ini lebih pada persoalan internal kita. Seringkali saya mau kasih bantuan ke sekolah-sekolah Katolik, tapi kadang dinilai berbau politis. Padahal, saya memberi bantuan karena memang pemerintah menyediakan ruang untuk itu. Ada dana yang dialokasikan untuk peningkatan pendidikan swasta, contohnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tapi tidak semua sekolah Katolik mau menerima bantuan ini. Mari kita terbuka untuk menyelamatkan sekolah-sekolah kita!

Stefanus P. Elu

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 39 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 25 September 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*