Artikel Terbaru

Ajaran Sosial Gereja

Ajaran Sosial Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Amalkan Pancasila menjadi salah satu tema dalam Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020. Alasannya, ada keterkaitan erat antara ajaran sosial gereja (ASG) dan Pancasila.

Pancasila lahir 1 Juni 1945, ketika Soekarno berpidato di depan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengenai lima sila sebagai falsafah dan dasar negara. Menurut peneliti Daniel Dhakidae, Bung Karno menggali dan merenungkannya dalam pembuangan di Ende, 1934-1938 (HIDUP 32, 11 Agustus 2013). Dalam pengasingan itu, Bung Karno banyak bergaul dan berdiskusi dengan para misionaris di Biara St Yosef, tak jauh dari rumah pengasingannya.

Menurut penelitiannya, dua jejak bisa ditelusuri dalam kaitan dengan rumusan Pancasila. Bung Karno mengenal sosialisme Katolik sebagai “manifesto ekonomi politik” yang dideklarasikan Paus Leo XIII pada 1891 dalam Ensiklik Rerum Novarum (RN). Dari RN Bung Karno mendapat inspirasi merumuskan “keadilan sosial”. Ketika mengumumkan sila-sila Pancasila – semua dalam bahasa Indonesia – kecuali sila keempat dalam bahasa Belanda: “marilah kita terima prinsip sociale rechtvaardigheid ini. ..” yang mirip dengan “iustitia socialis” dalam RN.

Jejak kedua, dalam suatu diskusi dengan para pastor, ia mendapat pertanyaan: “Di negara yang Tuan rancang, di mana tempat mamamu yang beragama Hindu, dan Flores yang beragama Katolik?” Dalam sila kelima, Bung Karno mengatakan: “prinsip kelima ialah Ketuhanan yang bekebudayaan, Ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, Ketuhanan yang hormat menghormati satu sama lain”. Rumusan ini kemudian diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan menjadi sila pertama. Dalam rumusan asli, Bung Karno mengedepankan toleransi beragama yang luar biasa.

Dari sejarah itu, boleh dibilang ajaran sosial Gereja menginspirasi rumusan Pancasila. Apabila kita sekarang mengamalkan Pancasila dalam kehidupan menggereja, bermasyarakat dan bernegara, sebenarnya kita juga melaksanakan ajaran sosial Gereja di bumi Indonesia.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 23 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 5 Juni 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*