Artikel Terbaru

Sikap Tobat

Sikap Tobat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa Prapaskah (KHK Kan. 1250). Kutipan Kitab Hukum Kanonik (KHK) itu secara jelas menetapkan waktu tobat bagi umat Katolik. Ungkapan tobat dan bentuk-bentuknya pun dibuka lebar oleh Gereja.

Gereja juga memiliki pintu kerahiman yang senantiasa bisa diakses bagi siapapun yang bertobat. Itulah Sakramen Rekonsiliasi. Satu-satunya perayaan sakramen ini adalah pengakuan pribadi dan utuh serta absolusi (KHK Kan.960). Dengan merayakan Sakramen Rekonsiliasi, umat beriman yang telah bertobat atas dosadosanya dengan disposisi baik didamaikan kembali dengan Allah dan Gereja.

Sikap batin peniten sangat menentukan untuk menerima kerahiman Allah. St Agustinus menggarisbawahi bahwa hal utama menuju pembebasan dosa adalah kerendahan hati. Sikap ini menjadi dasar pertobatan sejati. Orang tak sekadar menangisi dosanya dan merasa bersalah; hanya sebatas aspek psikologis-emosional. Pun belum cukup hanya memahami bahwa dirinya berdosa; yang masuk ranah kognitif-intelektual. Bahkan, orang belum dapat dikatakan cukup ketika ia sudah terdorong untuk membangun niat memperbaiki diri secara normatif-moral. Sakramen Rekonsiliasi mestinya membawa orang sampai pada iman bahwa ia sungguh berharga di hadapan Allah; dicintai dan mencintai Allah. Lantas orang digerakkan oleh imannya mengalami kerahiman Allah dalam hidupnya. Dengan demikian, Sakramen Rekonsiliasi sungguh menjadi perayaan penyembuhan dan pemulihan hubungan antara umat beriman dengan Allah dan Gereja-Nya.

Maka tobat mestinya menjadi sikap dan cara bertindak umat beriman. Dengan setia membangun sikap tobat melalui keseharian hidup, kita belajar rendah hati sebagai dasar pertobatan sejati. Sikap tobat akan mengantar menuju iman bahwa kita dicintai dan mencintai Allah.

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*