Artikel Terbaru

E Kasman Yulianto dan M Tri Mulyani: Langkah Mulia Satu Kaki

Emmanuel Kasman Yulianto bersama sang istri, Monica Tri Mulyani.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
E Kasman Yulianto dan M Tri Mulyani: Langkah Mulia Satu Kaki
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com“Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk saya nanti,” kata Kasman sebelum diamputasi. Ia kehilangan satu kakinya karena kecelakaan di jalan.

Emmanuel Kasman Yulianto baru setahun diangkat menjadi karyawan di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dia ditempatkan di PLN Sektor Pulo Gadung, Jakarta Timur, sebagai operator Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

Sekitar pukul 21.30, Kasman keluar kantor. Dia meluncur dengan motornya ke penjual bubur kacang hijau. Di Jalan Bekasi Raya, Pulo Gadung, laki-laki penyuka olahraga judo itu menyalip sebuah oplet dari sisi kanan. Dari arah berlawanan, sebuah truk berkecepatan tinggi juga melaju di jalur yang sama. Tabrakan tak terelakkan. Kasman dan motornya terpelanting, lalu roboh ke tanah. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU). Kakinya di-gibs. Hasil scan menunjukkan, tulang kaki kanannya remuk.

Pilihan Berat
“Kakimu sudah kami tangani. Tenang, tak ada apa-apa,” kata Kasman mengutip perkataan dokter yang menanganinya. Kasman pun lega. Sayang, kebahagiaan itu segera sirna dari wajahnya. Kaki Kasman mengalami infeksi. Dokter kaget, sekaligus tak percaya kaki pasiennya memburuk. Dia memberi pilihan kepada Kasman, “Kakimu tak bisa dipertahankan. Kalau kamu masih mau hidup, diamputasi. Jika tidak, jiwa kamu tak terselamatkan.”

Dua pilihan yang tak mudah bagi Kasman. Secara manusiawi, kelahiran Wado, Blora, Jawa Tengah, 11 Juli 1950 ini sedih dan berat bakal kehilangan kakinya. Tapi agar tetap hidup dan masih bisa berbuat sesuatu, kata Kasman kepada dokter, dia siap dan ikhlas diamputasi. “Tuhan bakal memberikan jalan yang terbaik untuk saya nanti,” ungkapnya menandaskan.

Kasman menandatangani sendiri borang persetujuan amputasi dari RSU. Bagian bawah lutut kaki kanannya dipotong. Terbebaskah dia dari infeksi? Tidak! Mikroorganisme parasit itu sudah menggerogoti bagian atas kaki yang dioperasi. Satu-satunya jalan, lanjut dokter, memotong bagian atas lutut. Operasi pun menuai hasil positif.

Bebas dari infeksi, tidak berarti Kasman merdeka dari rasa sakit. Sejak 39 tahun silam pasca kecelakaan dan operasi, Kasman masih merasa nyeri hingga kini bila kedinginan dan kelelahan. Seiring waktu, kecelakaan ternyata tak hanya merenggut salah satu kakinya. Kasman juga mengubur impiannya dalam-dalam. Kuliahnya terhenti di semester empat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*