Artikel Terbaru

Kol Inf Ant Kartika Adi Putranta: Dilahirkan Menjadi Perwira

Kol .Inf. Antonius Kartika Adi Putranta.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Kol Inf Ant Kartika Adi Putranta: Dilahirkan Menjadi Perwira
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMimpi sang ayah menjadi motivasi, sesuai namanya, ia menjadi bintang di korps Kopassus. Kini, ia adalah Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Batujajar.

Nama adalah doa. Ungkapan ini klise, tetapi seringkali benar. S etidaknya itu yang dialami Kolonel Infanetri Kartika Adi Putranta. Sebelum ia lahir, ayahnya pernah terkagumkagum dengan dunia militer. Tak ayal, ketika memiliki putra pertama, sang ayah langsung memberi nama Kartika. Kata ini adalah bagian dari semboyan Angkatan Darat, Kartika Eka Paksi. Kartika berarti bintang yang bersinar. Nama ini bagaikan doa dan harapan yang dilambungkan sang ayah, agar kelak putranya menjadi prajurit negara.

Rupanya, doa dalam nama itu perlahan terkabul. Kartika pun tumbuh dalam kekaguman kepada dunia militer. Di sekolah, ia aktif sebagai anggota Pramuka. Di Gereja, ia bergiat sebagai putra altar. Kedua hal itu membentuk kepribadian Kartika. “Di Pramuka saya belajar keberanian. Ketika menjadi misdinar, saya belajar kedisiplinan,” ujar pria kelahiran 5 Agustus 1968 ini.

Baret merah
Doa sang ayah terkabul. Setelah tamat sekolah menengah atas, Kartika masuk Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. Masa-masa awal di akademi menjadi masa paling sulit bagi Kartika. Tapi Kartika menjalani masa pendidikan dengan tekun. Doa sang ayah terus menjadi motivasi bagi dia. Tiga tahun berselang, ia lulus dari Akademi Militer. Namanya berjajar di enam besar taruna lulusan terbaik.

Kemudian Kartika mendalami ilmu Infanteri selama satu tahun. Pada 1992, Kartika ditempatkan dalam kesatuan Komando Pasukan Khusus alias Kopassus. Selama tujuh bulan, ia menjalani pendidikan sebagai korps baret merah. Pada kesempatan pertama ini, Kartika gagal. Tapi ia tak menyerah. Kartika mencoba lagi pada kesempatan berikut. Hasilnya tak main-main, ia lulus sebagai lulusan terbaik di kesatuan elit itu. Baret merah pun menampang gagah di kepalanya.

Sebagai prajurit, Kartika siap ditempatkan di mana saja. Ia pernah ditugaskan ke Grup I Kopassus Serang Banten, Grup II Kartosuro, dan Markas Kopassus Cijantung. Kartika tidak pernah dipindahtugaskan di luar pasukan elit TNI Angkatan Darat itu. Suatu ketika, Kartika pernah bertanya kepada pimpinan alasan ia tetap berada di Kopassus. “Jawaban pimpinan masih dibutuhkan di Kopassus,” ujarnya sembari tertawa kecil. Benar, pada akhir Februari lalu, ia dilantik menjadi Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Kartika memang dibutuhkan Kopassus. Sebelum menjadi Komandan Pusdiklatpassus Kopasssus Batujajar, ia menjabat sebagai Inspektur Kopassus. Sebagai Inspektur Komando, ia bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengawasan di semua bidang. Kini, sebagai Komandan Pusdiklatpassus Kopassus, ia ditantang mendidik para prajurit agar menjadi pasukan Angkatan Darat yang bisa diandalkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*