Artikel Terbaru

Allah Itu Rahim

Allah Itu Rahim
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dalam wawancara dengan Paus Fransiskus, Andrea Tornielli–seorang Vatikanista–merefleksikan bahwa kerahiman dianggap Bapa Suci sebagai hal pokok, yakni amanat Yesus yang paling penting. Paus melihat kerahiman sebagai cara mengampuni. Ketika manusia berkubang dalam kedosaan, berarti ia bergumul dengan penderitaan. Kerahiman (misericordia) berarti membuka hati bagi penderitaan (miseria). Itulah identitas Allah, yang menjadi pusat amanat Injil.

Dalam konteks Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), ajakan Bapa Suci itu disambut antusias dalam kerangka Tahun Suci Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah. Salah satu aktivitas yang ditawarkan adalah ziarah ke gereja-gereja paroki yang masih berjuang atau yang memiliki karya-karya sosial. Di balik hal ini, semangat kerahiman mengejawantah dalam sikap membuka hati bagi penderitaan sesama. Inilah solidaritas Gereja kepada anggotanya dan masyarakat di sekitarnya, yang dilaksanakan dengan cara berbagi. Gereja KAJ melihat, penderitaan yang dialami sesama sebagai kunci untuk membuka hati dan menampakkan kerahiman-Nya.

Harapannya, pengalaman melakukan ziarah, melihat, mendengar dan merasakan apa yang dialami sesama dalam penderitaan, mampu menjadi cermin kesadaran keberdosaan, sehingga tergerak untuk merasakan kerahiman Allah. Ketika sudah merasakan kerahiman-Nya, tibalah saatnya untuk membagikannya sebagai kabar sukacita keselamatan. Hal ini tampak sederhana, tapi inilah tragedi terbesar umat beriman dewasa ini. Tragedi ini bukan sekadar penyakit sosial, melainkan hilangnya rasa berdosa dan kesadaran akan dosa tergerus. Butuh kepekaan hati untuk mencecapnya dan mengasah diri dalam latihan rohani. Selamat berziarah dan merenungkan bahwa “Allah itu sungguh Rahim”.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 22 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 29 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*