Artikel Terbaru

Berziarah Menimba Kerahiman Allah

Taman doa Bukit Kalvari Paroki Kalvari, Lubang Buaya.
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Berziarah Menimba Kerahiman Allah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Selama Tahun Kerahiman Allah, KAJ menganjurkan umat berziarah. Umat diharapkan mengenal dan merasakan kondisi gereja-gereja yang sampai saat ini masih “berjuang”.

Sejak anjuran ziarah Kerahiman Allah ditelurkan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pada Desember 2015 hingga saat ini, sumbangan pembangunan gereja yang diterima Paroki Kalvari Lubang Buaya mencapai 250 juta. Donasi tersebut diberikan oleh umat lewat kotak sumbangan saat berziarah ke Gereja Kalvari. Ada juga yang setelah ziarah tersentuh hatinya dengan kondisi Gereja Kalvari kemudian mau menyumbang.

Kepala Paroki Lubang Buaya Romo Yustinus Ardianto berterima kasih kepada umat yang sudah berziarah ke sana. “Kami bersyukur atas ziarah Anda ke gereja kami yang sedang berjuang. Terima kasih pula atas belarasa, solidaritas, doa, dan bantuan. Berkat Allah berlimpah untuk saudara,” ujar Romo Yus.

Romo Yus yang terlibat dalam merancang ziarah Tahun Kerahiman Allah ini mengisahkan, “Ziarah Sembilan Gereja di KAJ”, seperti yang dianjurkan dalam Panduan Umum Tahun Yubileum Kerahiman Allah, bertujuan agar umat KAJ turut merasakan kegembiraan dan harapan sesama umat, terutama di paroki-paroki yang belum memiliki gedung gereja parmanen.

Paroki Kalvari, menjadi salah satu destinasi bagi para peziarah sejak Januari 2016. “Banyak umat yang terus berdatangan ke gereja kami, mulai dari keluarga-keluarga, kelompok-kelompok kecil, hingga komunitas-komunitas dengan jumlah yang cukup besar,” ujar Romo Yus saat ditemui pekan lalu.

Para peziarah yang datang ke sana akan didampingi tim kecil yang berjaga dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tim ini siap membantu mengarahkan para peziarah untuk mengunjungi tiga tempat penting di Gereja Kalvari. Pertama, simbol Pintu Suci atau Pintu Kerahiman Allah. Pintu suci ini terletak di dalam gereja, dan tentu saja jauh berbeda dengan yang ada di Vatikan. Dengan kehadiran Pintu Suci ala Kalvari tersebut diharapkan bisa menjadi simbol bagi umat, untuk lebih memaknai Tahun Kerahiman Allah.

Kedua, patung Pieta. Patung Maria memangku jenazah Sang Putra ini pernah diarak melalui jalur darat sampai ke Larantuka, Flores. Adalah Pastor Rekan Paroki Kalvari, Romo Martinus Hadiwijoyo yang menjadi pendamping perarakan patung Pieta itu. Dalam perarakan, di setiap keuskupan yang dilalui, mereka mampir dan meminta uskup setempat memberkati patung ini. Ketiga, Taman Doa Bukit Kalvari, di taman ini terdapat tiga salib yang menggambarkan kisah penyaliban Yesus bersama dua penjahat di Golgota.

“Kerahiman Allah mengalir dari Bukit Kalvari. Yesus Kristus adalah wajah Kerahiman Allah yang paling puncak. Ia mengorbankan diri dengan wafat di salib untuk menebus dosa manusia,” kata Romo Yus menambahkan.

Gereja Bedeng
Gereja lain yang dianjurkan untuk diziarahi adalah Gereja St Leo Agung Jatiwaringin. Meski sudah resmi berdiri sebagai paroki sejak 14 Oktober 1992 melalui SK Uskup Agung Jakarta No. 1489/3.25.2/92, paroki ini belum memiliki bangunan gereja permanen. Mula-mula kegiatan peribadatan diadakan di tanah milik susteran FCIM dengan sistem tenda bongkar pasang. Pada 1995, kegiatan Gereja dipindahkan ke lahan bakal gereja dengan membuat tenda sederhana di Jatibening. Di bawah bangunan bedeng inilah segala kegiatan rohani dilangsungkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*