Artikel Terbaru

OMK Nusantara Berziarah ke Manado

OMK Keuskupan Palangkaraya saat ziarah salib .
[NN/Dok. OMK Palangkaraya]
OMK Nusantara Berziarah ke Manado
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comAwal Oktober IYD 2016 digelar di Manado. Meski dengan perbedaan budaya, peserta IYD melebur dalam semangat “torang basudara”. OMK diutus membawa sukacita Injil.

Matahari baru muncul di ufuk Timur. Di Katedral Roh Kudus Weetebula, ratusan orang muda menyambut pagi penuh semangat. Hari itu menjadi ujung ziarah Salib Indonesian Youth Day (IYD) Keuskupan Weetebula menjelang keberangkatan peserta IYD ke Manado. Dari Katedral mereka berjalan ke arah utara, menuju Pakamandara yang terletak sekitar 15 kilometer dari Katedral Weetebula.

Pakamandara adalah situs sejarah awal mula Gereja Katolik di Sumba. Di sana terdapat makam seorang imam pribumi pertama. Misa digelar di tempat ini, dilanjutkan penyerahan Salib IYD oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Weetebula Romo Mateus Selan CSsR.

Meski hanya 45 orang yang Berziarah ke Manado, seluruh proses persiapan melibatkan semua Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Weetebula. Lidia Sura Kopong, koordinator delegasi Weetebula menjelaskan, proses persiapan merupakan bagian tak terpisahkan dari IYD Manado. “Melalui rangkaian inilah OMK bisa merasakan, mengalami, dan melibati tema IYD,” ujar Ira, sapaannya.

Bermasyarakat
Sejak IYD II didengungkan, OMK Weetebula langsung bergeliat. Panitia mengabarkan kabar gembira ini ke seluruh penjuru Sumba mulai dari tingkat dekenat hingga stasi. Kabar diberitakan lewat pertemuan OMK dan media sosial. Poster IYD juga terpampang di gereja-gereja paroki. Sekali sebulan diadakan pertemuan tingkat dekenat secara bergantian. Pertemuan bergilir ini, kata Ira, juga menjadi ajang saling mengunjungi dan merasakan kehidupan umat paroki lain.

Tema-tema kegiatan Pra IYD berkisar tentang posisi, peran, dan tanggung jawab OMK dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk tentang keberagaman sesuai tema IYD, “Orang Muda Katolik, Sukacita Injil di Tengah Ma syarakat yang Majemuk”. Uztad Ahmad Nurbaya, tokoh Muslim di Pulau Sumba pun diundang untuk berbicara tentang Islam di Indonesia. “Masyarakat Sumba saling menghargai agama lain, termasuk agama lokal, Marapu,” jelas Ira.

Kegiatan jelang IYD memiliki beragam pesan sesuai dengan tantangan yang dihadapi umat dan masyarakat Sumba, misal isu human trafficking yang menggerogoti Pulau Sumba. OMK membuat acara dengan tajuk “Stop Bajual Orang Sumba”. Tajuk itu dituangkan dalam puisi dan teatrikal.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*