Artikel Terbaru

Roh Kudus Dalam Al Quran

Roh Kudus Dalam Al Quran
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSeorang saudara yang beragama Islam mengatakan bahwa dalam Al Quran juga dikatakan ada Roh Kudus? Apakah itu Roh Kudus yang sama dengan pengertian Kristiani? Apakah karya Roh Kudus dalam Al Quran itu juga sama?

Leni Rahmawati, Malang

Pertama, memang benar, di dalam Al Quran kata Ruhulqudus disebutkan sebanyak empat kali (Sapi Betina 2:87 dan 253, Hidangan 5:110 dan Lebah 16:102). Sebagai contoh, kita lihat dua ayat berikut, “Kami susulkan sesudahnya dengan rasul-rasul dan Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa Putra Maryam, dan kami memperkuatnya dengan Ruhulqudus” (Sapi Betina 2:87). Juga, “Hai Isa, Putra
Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan Ruhulqudus” (Hidangan 5:110).

Kata “ruh” tersebut merujuk kepada Allah, karena pada hakikatnya Allah adalah rohaniah, bukan jasmaniah. Sedangkan kata “kudus” adalah tambahan spesifikasi sifat Allah. Allah adalah roh yang bersifat kudus. Maka Ruhulqudus berarti Roh dari Allah yang bersifat  kudus.

Di sinilah terletak perbedaan pengertian Roh Kudus menurut agama Kristiani dengan Ruhulqudus dalam agama Islam. Kita mempercayai Roh Kudus sebagai pribadi tersendiri, berbeda dengan Allah Bapa dan Allah Putra. Sedangkan Al Quran menggunakan kata  Ruhulqudus untuk merujuk kepada sifat Allah yang rohani dan sekaligus kudus. Al Quran belum merujuk kepada adanya pribadi ketiga dalam Tritunggal Mahakudus seperti dalam pengertian Kristiani.

Kedua, meskipun pengertian konseptual tentang Roh Kudus dalam agama Kristiani dan agama Islam berbeda, tapi kita bisa menemukan tindakan yang sama yang dilakukan Roh Allah itu kepada Maria (Maryam). Tindakan yang sama itu merupakan jawaban atas pertanyaan Maria kepada Malaikat Gabriel, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Luk 1:34) atau pertanyaan Maryam dalam Surat Maryam 19:20, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh seorang laki-laki pun (suami) dan tiadalah aku perempuan jahat.”

Jawaban malaikat atas pertanyaan Maria (Maryam) menunjukkan tindakan yang sama dari Roh Allah. Dalam Injil berbunyi, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau, …” (Luk 1:35), sedangkan dalam Surat At Tahrim berbunyi, “Dan Maryam putri Imran, yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitabkitab-Nya dan adalah dia termasuk orang yang ta’at” (Surat At Tahrim 66:12). Sedangkan jawaban malaikat dalam Surat Maryam berbunyi, “Demikianlah, Tuhan berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku.’ Kami hendak menjadikannya sebagai tanda  bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan adalah urusan itu telah ditetapkan” (Surat Maryam 19:21).

Surat At Tahrim menggunakan kata “tiupan” yang bisa ditafsirkan sebagai karya Roh Allah, sedangkan Injil Lukas mengatakan secara
eksplisit kata “Roh Kudus” untuk merujuk pribadi ketiga dari Allah Tritunggal Mahakudus dan kata kerja yang digunakan ialah “menaungi”. Buah dari campur tangan Roh Allah ialah bahwa Maria (Maryam) mengandung karena kekuatan Allah, bukan dari benih lelaki. Inilah kesamaan  tindakan Roh Kudus menurut Injil dan Ruhulqudus menurut Al Quran.

Apakah Nabi Isa dalam Al Quran itu bisa disamakan begitu saja dengan Yesus dalam Injil?

Nia Kurniaputri, Malang

Jika mempertimbangkan latar belakang keluarga, yaitu identitas ibunya, karya pelayanan dengan berbagai mukjizat-Nya, dan Nabi Isa sebagai penerima Kitab sebelum Mohammad, maka kita harus mengatakan bahwa Yesus Kristus dalam Injil adalah sama dengan Nabi Isa dalam Al Quran. Perbedaan pandangan berkaitan dengan kematian dan kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman, tidak bisa membatalkan kesamaan identitas tersebut.

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*