Artikel Terbaru

Beato Clemente Vismara PIME: Pastor Pembangunan Mong Ping

Beato Clemente Vismara PIME: Pastor Pembangunan Mong Ping
Mohon Beri Bintang

Pada Juni 1941, Pater Clemente sempat diinternir di Kalaw bersama 12 koleganya oleh Inggris karena dianggap musuh pemerintah. Pada Januari 1942, Jepang menginvasi Myanmar; dan pada 16 April 1942, mereka membebaskan para misionaris Italia itu. Namun pendudukan Jepang membuat misi Mong Lin tersendat. Di tengah pelbagai kesulitan, Pater Clemente berhasil membaptis sekitar 4.000 jiwa.

Misi Mong Ping
Pater Clemente dianggap berjasa terhadap pembangunan Mong Lin. Melihat kesuksesan misi Mong Lin, Mgr Guercilena mengutusnya membuka misi di Mong Ping, sekitar 225 kilometer dari Mong Lin. Mong Ping adalah daerah yang tak pernah dilirik untuk misi. Selama 32 tahun bermisi, Pater Clemente tak pernah bermimpi ke Mong Ping.

Atas dasar ketaatan dan jiwa misionarisnya, Pater Clemente pun membuka misi Mong Ping. Kehadirannya dianggap sebagai angin lalu. Misinya berjalan alot, tak bisa menyentuh masyarakat Mong Ping. Tak patah arang, ia tetap berkarya. Ia mendirikan sekolah, komunitas para biarawati dan Rumah Sakit. Bahkan saat itu, terjadi aksi penolakan terhadap para misionaris dari Eropa. Misi Mong Ping pun terancam ditutup.

Melihat situasi ini, Gereja berinisiatif mengangkat putra asli Myanmar, Pater Abraham Than mendampingi Mgr Guercilena sebagai Uskup Auksilier Kengtung pada 19 Desember 1968. Uskup kelahiran Mong Block, 21 September 1927 itu mendukung misi Mong Ping. Pada 19 September 1972, Mgr Abraham ditunjuk sebagai pengganti Mgr Guercilena. Berkat dukungan uskup pribumi ini, misi Mong Ping berjalan lancar.

Perjuangan Pater Clemente di Mong Ping akhirnya berlimpah buah. Banyak orang dibaptis. Katekis-katekis muda dari Mong Lin dikerahkan ke Mong Ping. Nahas, semangat misioner Pater Clemente terpaksa dibatasi kelemahan fisik. Ia jatuh dari kuda dan mengalami sakit serius. Selain itu, kanker prostat akhirnya memaksanya berbaring. Meski demikian, ia masih berusaha mengunjungi umatnya. Ia terpaksa ditandu demi melayani umat. Mereka membuat rakit untuk menyeberang sungai. Penyakit terus menggerogotinya hingga wafat di ladang karya Mong Ping, 15 Juni 1988.

Pada 2 April 2011, Paus Benediktus XVI merestui Dekrit Mukjizat melalui perantaraan Pater Clemente Vismara PIME; dan menganugerahinya Beato. Misa Beatifikasi digelar di Katedral Milan, 26 Juni 2011, dipimpin Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB. Kini di kota kelahirannya, Agrate Brianza, berdiri sebuah gereja yang dibangun untuk mengenang semangat misioner Beato Clemente Vismara PIME.

Yusti H. Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*