Artikel Terbaru

Lensa Katedral: Membidik Misa, Melayani Gereja

Keceriaan awak Lensa Katedral.
[HIDUP/A. Aditya [Mahendra]
Lensa Katedral: Membidik Misa, Melayani Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKomunitas ini melayani dengan menampilkan video audiovisual selama Misa. Tak henti belajar, setiap anggota dilatih jadi trampil membidik peristiwa.

Sambil mengutak-atik kamera, beberapa orang muda tampak asyik berdiskusi. Beragam topik dibicarakan, soal teknik pencahayaan, sudut pengambilan gambar dan aneka hal lain. Sesekali gelak tawa riuh rendah ketika satu dua anggotanya melucu.

“Lensa Katedral” begitu sekelompok anak muda itu biasa disebut, adalah komunitas yang diberi tugas merekam dan menampilkan perayaan Ekaristi melalui media audio-visual. “Kami di sini berasal dari beberapa Paroki se-Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Tidak hanya dari dalam wilayah Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga saja,” tutur Faustina Erigita, akrab disapa Onny, koordinator Lensa Katedral.

Memperluas Gereja
Selain karena letaknya strategis di jantung Jakarta, statusnya sebagai pusat KAJ menjadikan Gereja Katedral menarik minat banyak umat. Gereja yang berhadapan langsung dengan Masjid Istiqlal ini selalu penuh setiap Misa Minggu. Bahkan, sebagian umat tak mendapat tempat di dalam gereja dan harus duduk di luar.

Umat yang duduk di luar inilah yang seringkali tidak bisa mengikuti Misa dengan khidmat. Tak jarang selama Misa, mereka malah berbincang satu sama lain sambil main handphone.

Berlatar belakang dari keprihatinan itu, Romo Stephanus Bratakartana SJ dan Romo Yulius Eko Sulistyo SJ merintis Lensa Katedral. Onny dan delapan orang lainnya ditunjuk untuk menjadi kru Lensa Katedral dimulai pada 31 Maret 2013. Sebelum komunitas ini lahir ada tiga anggota yang biasa ditugaskan untuk membuat liputan video di Katedral.

Seiring waktu berjalan, Lensa Katedral merasa perlu menambah anggota. Melalui media sosial, mereka menyebar pesan rekrutmen anggota baru. Beberapa umat yang tertarik menggeluti dunia audiovisual dan fotografi ikut mendaftar. “Syaratnya umur minimal 20 tahun dan maksimal 35 tahun dan mau menjadi kru,” kata Onny.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*