Artikel Terbaru

Perlunya Pendampingan Keluarga

[stmonica.net]
Perlunya Pendampingan Keluarga
3 (60%) 1 vote
HIDUPKATOLIK.com – Yang dimaksud dengan pendampingan keluarga dalam uraian ini adalah pendampingan bagi keluarga Katolik. Pendampingan tersebut terutama didasarkan pada iman dan moral Katolik, bukan pada psikologi. Meskipun setiap pendamping keluarga diharapkan sungguh-sungguh memperhatikan aspek-aspek psikis dari keluarga yang didampingi.
 
Tujuan pokok
Tujuan pokok dari pendampingan keluarga adalah tercapainya kesejahteraan dan berkembangnya iman dalam keluarga yang didampingi.
 
Dalam konteks ini, kesejahteraan maupun iman perlu dipahami dalam arti yang paling luas. Kesejahteraan janganlah dipahami sebagai kemakmuran ekonomis belaka. Sementara itu, iman jangan dipahami sebagai doa-doa dan ibadat belaka.
 
Dalam arti yang luas itu, kesejahteraan itu meliputi aspek-aspek fisik, mental, sosial, moral, dan spiritual. Dalam Kitab Suci, kesejahteraan itu disebut shalom, atau pengungkapan, perayaan, pengalaman, pewartaan, kesaksian, dan persaudaraan dengan sudara-saudara seiman.
 
Penanggung jawab
Karena para pastor-pastor paroki adalah imam-imam yang ditugaskan oleh bapak uskup untuk menggembalakan umat paroki, para pastor paroki itulah para penanggung jawab utama dari semua karya pendampingan pastoral bagi seluruh umat Katolik di paroki.
 
Namun mengingat tanggung jawab mereka yang sangat luas, para pastor paroki sebaiknya melibatkan beberapa tokoh awam untuk ikut memikul tanggung jawab tersebut. Para pastor paroki dan tokoh awam itu terhimpun dalam wadah yang disebut Dewan Paroki, diharapkan bertindak terutama sebagai policy maker atau pembuat kebijakan.
 
Untuk menyelenggarakan dan mengkoordinasikan berbagai karya pendampingan bagi keluarga-keluarga Katolik diparoki, sebaiknya Dewan Paroki membentuk sebuah tim kerja khusus, yang disebut Tim Kerja Pendampingan Kelurga Paroki (TKPKP). Dalam tim tersebut perlu dilibatkan beberapa orang yang cakap untuk tugas luhur itu. Tim tersebut sebaiknya merupakan bagian integral dari Dewan Paroki, supaya karya-karyanya sejalan dengan karya-karya dari tim-tim pastoral yang lain.
 
Pelaksana
Di samping para penanggung jawab, yakni para anggota Dewan Paroki dan Tim Kerja Pendamping Keluarga Paroki (TKPKP) diperlukan keterlibatan banyak orang lain yang bersedia untuk ikut melaksanakan pendampingan nyata bagi kelurga-keluarga Katolik di paroki, sebab jumlah keluarga Katolik di setiap paroki itu sangatlah besar.
 
Yang dapat dilibatkan dalam pendampingan keluarga adalah tokoh awam yang perkawinan dan hidup kelurganya cukup baik. Mereka adalah biarawan-biarawati yang punya bekal dan minat pada pendampingan keluarga, dan para profesional Katolik (seperti dokter, bidan, perawat, ahli hukum, psikolog, dan sebagainya) yang bersedia membantu keluarga-keluarga Katolik, yang membutuhkan pertolongan professional mereka.
 
Dalam pelaksanaan karya pendampingan bagi keluarga-keluarga Katolik itu sebaiknya dilibatkan juga kelompok-kelompok peduli kelurga seperti ME (Marriage Enconunter), CFC (Couples For Christ),gerakan Pro-Life, Jaringan Mitra Perempuan (JMP), Forum Refleksi Gender (FRG), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), ibu-ibu paroki, dan lembaga-lembaga bantuan hukum bagi keluarga.
 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*