Artikel Terbaru

Sr Maria Fransis FSGM: Pengampunan Korban Pintu Goyang

Sr Maria Fransis FSGM
[HIDUP/Sr M. Fransiska FSGM]
Sr Maria Fransis FSGM: Pengampunan Korban Pintu Goyang
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comPara pencoleng itu menguncinya di dalam mobil, menghujaninya dengan pukulan lalu menggasak semua barang miliknya. Dengan doa ia mampu memaafkan.
Nahas dialami Sr Maria Fransis FSGM. Sekitar pukul 07.00, ia meninggalkan Susteran St Fransiskus, Bandar Lampung, Juni tahun lalu. Dari tempat tinggalnya itu, ia berjalan kaki menuju tempat kerjanya, STIE Gentiaras. Jarak biara dengan ladang kerasulannya itu sekitar satu kilometer.
Sebuah mobil berisi dua laki-laki melaju lamban dan berhenti di sisinya. Pengemudi mobil itu turun dan bertanya kepadanya dimana letak Jalan Ratu. Sr Fransis yang mengetahui lokasi tersebut lalu memberitahu jalan itu. Sopir mengajak Sr Francis ikut masuk ke dalam mobil dengan dalih agar gampang sampai ke Jalan Ratu.
Usai mengantar mereka ke Jalan Ratu, Sr Fransis tak bisa membuka pintu mobil. Berkali-kali ia gagal membuka pintu. Ketua STIE Gentiaras itu telah dijebak di dalam “kandang singa”.
Semua barang dikuras
Sr Fransis memohon kepada pengemudi agar diturunkan di depan gerbang kampusnya. Permohonan tak diindahkan. Pengemudi membawanya kabur entah ke mana. Diambilnya handphone dari dalam tas namun teman pengemudi mobil langsung merebutnya.
Salah seorang pelaku pindah ke tempat duduk di samping Sr Francis. Buk..buk…buk…pencoleng itu menghujani pukulan ke wajah Sr Fransis. Sr Fransis menjerit dan merintih. Tapi pekikan dan erangan sang biarawati itu teredam musik keras yang sengaja diputar pencoleng.
Para pencoleng mengancam bakal menghabisi nyawa Sr Fransis, jika ia terus berteriak dan meronta. Seorang pencoleng yang duduk di sampingnya menggasak uang, handphone, dan cincin sang biarawati. “Tuhan, tolong selamatkan saya. Saya tidak ingin mati sia-sia,” jerit Sr Fransis dalam hati.
Setelah mendapatkan yang mereka butuhkan, seorang pencoleng menghardik Sr Fransis, “Saya akan turunkan kamu. Tapi ingat, jangan melihat ke belakang dan memberitahu orang!” Di wilayah Sumber Rejo, Kemiling, Bandar Lampung, mereka mendepak Sr Fransis dari dalam mobil. Saat itu sedang hujan. Tak seorang pun nampak di sana. Sr Fransis berjalan terhuyung-huyung menanggung rasa sakit.
Beberapa meter dari tempat ia diturunkan, ada sebuah warung. Sr Fransis mengetuk lapak kecil itu. Seorang ibu ke luar dan tercengang mendapati Sr Fransis dalam kondisi mengenaskan. Perempuan yang tak dikenal itu segera memapahnya.
Berkat bantuan sang ibu pemilik warung ia bisa menelepon biara. Rekan suster di Biara St Fransiskus menjemput dan melarikannya ke RS Immanuel, Bandar Lampung.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*