Artikel Terbaru

L Edi Sukmoro: Setengah Mati Mempertahankan Pencapaian Pak Jonan

Edi Sukmoro bersama para penumpang kereta api pada pelaksanaan angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.
[NN/Dok.PT.KAI]
L Edi Sukmoro: Setengah Mati Mempertahankan Pencapaian Pak Jonan
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comDua tahun menjadi Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI), ia memberi perhatian khusus kepada pelayanan demi kemudahan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang.

Setelah keluar dari mobil, Edi nampak berjalan cepat menuju ruang VVIP Stasiun Gambir Jakarta. Ia duduk di sofa sembari berkata, “Baru saja menghadiri serah terima jabatan Menteri Perhubungan.” Kala menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan adalah salah satu atasannya. Jonan juga pernah menjadi “bosnya” saat menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang kemudian ia gantikan.

Dirut PT KAI Leonardus Edi Sukmoro antusias bercerita tentang pelayanan PT KAI selama ini. Sembari berkisah, sekali-sekali ia menyeruput kopi di hadapannya. Ia memang belum genap dua tahun menjabat sebagai Dirut PT KAI. Tapi mantan pegawai PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini bisa bercerita panjang lebar tentang pencapaian-pencapaian yang telah diraih PT KAI. “Mempertahankan yang sudah dicapai Pak Jonan di KAI itu setengah mati,” ucapnya serius.

Butuh keberanian
Setelah lulus Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1984, Edi langsung bekerja di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selama 29 tahun, ia mengabdikan diri di PLN. Sampai kemudian, ia diangkat menjadi Direktur Aset PT KAI pada 11 Januari 2013.

Setelah Ignasius Jonan diangkat menjadi Menteri Perhubungan pada 27 Oktober 2014, posisi Direktur Utama PT KAI kosong. Tak lama berselang, Menteri Negara BUMN Rini Soemarno memanggil tiga Direktur KAI, termasuk Edi. Setelah melalui proses wawancara, akhirnya Edi yang dipilih menjadi Direktur Utama PT KAI.

Pengalaman sebagai Direktur Aset PT KAI menjadi bekal bagi Edi. Kala itu, ia menjadi garda depan penerbitan aset, terutama lahan-lahan milik KAI. Total aset tanah KAI mencapai 270 juta meter persegi, yang sebagian besar berada di kota-kota besar. Persoalannya beraneka ragam. Ada yang diduduki pihak lain atau masyarakat, ada orang dalam KAI yang ikut “bermain”, bahkan ada yang menjadi sengketa.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*