Artikel Terbaru

Vincentius F Didin Maman: Merintis Sistem Manajemen Rumah Sakit

Vincentius Ferer Didin Maman
[Fr Nicolaus Heru Andrianto]
Vincentius F Didin Maman: Merintis Sistem Manajemen Rumah Sakit
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comDunia teknologi informasi bukanlah hal baru bagi Didin. Ia merintis sistem teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Impiannya Rumah sakit Katolik bisa berbasis teknologi informasi.

Sepuluh tahun silam, Vincentius Ferer Didin Maman mulai menggeluti dunia teknologi informasi. Dengan kemampuan dalam dunia teknologi informasi ini, Didin, sapaan akrabnya, diminta bergabung dengan Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki). Perdhaki merupakan wadah bagi lembaga kesehatan Katolik. Didin memang memendam mimpi agar lembaga kesehatan atau rumah sakit Katolik di Indonesia mampu berbagi informasi, perundang-undangan kesehatan, dan pengembangan lain dengan menggunakan Hospital Management System (HMS). Ia diminta merintis sistem ini di sembilan rumah sakit.

Sejak 2011, Didin hengkang dari Jakarta. Ia melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia. Ia memiliki misi dan cita-cita agar HMS atau disebut juga Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit diterapkan di rumah sakit-rumah sakit Katolik. Di Pematangsiantar, Sumatera Utara, ia tertambat. Ia mendapatkan belahan jiwanya, Ricka Farida Sinaga, di Negeri Danau Toba. Saat ini, pria kelahiran Sleman, DI Yogyakarta, 19 April 1979 ini sedang menggarap sistem manajemen rumah sakit di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Rahmat besar
Didin masih getol mengejar mimpi mengembangkan HMS di rumah sakitrumah sakit Katolik. Sampai hari ini, Didin tetap menjalani profesi di bidang teknologi informasi. Bahkan ia pun memiliki satu tim yang berkedudukan di Jakarta. Ia juga sedang mengembangkan badan usaha dalam bidang teknologi informasi bernama Vincent Core Independent IT Consulting.

Didin pasti tak bisa berkarya sendiri. Ia pun membentuk tim. Bersama kakak iparnya, Aprinaldi Hotdy Sinaga, Didin mengembangkan badan usahanya. Ia juga membentuk tim pemasaran dan relawan sebagai konsultan teknologi informasi.

Selain sistem informasi berbasis komputer yang diterapkan di beberapa rumah sakit Katolik, Didin juga pernah membantu di Toko Buku Lumenium yang menjadi ladang karya bagi para Suster Fransiskan St Lusia (KSFL) serta balai pengobatan di daerah Palipi yang merupakan karya Kongregasi Suster Cinta Kasih dari Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*