Artikel Terbaru

St Bonifasius IV: Paus Pelopor Alih-Fungsi Kuil Jadi Gereja

Paus Bonifasius IV
St Bonifasius IV: Paus Pelopor Alih-Fungsi Kuil Jadi Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa menjadi Paus kala Roma dilanda kelaparan, wabah penyakit, dan bencana alam. Pemimpin yang punya hati untuk orang kecil, Paus pelopor alih-fungsi Kuil Pantheon menjadi Gereja.

Kota Abadi diterjang berbagai persoalan yang datang silih berganti selama tujuh tahun (608-615). Rakyat Roma digoncang kelaparan. Banyak rakyat miskin merasakan penderitaan berat dari situasi kekurangan pangan ini. Lalu di Kota Roma juga bermunculan aneka wabah penyakit. Penderitaan karena kelaparan menjadi kian parah dengan munculnya aneka wabah penyakit. Kesengsaraan rakyat pun menjadi berlipat ganda.

Seolah belum cukup dengan dua pencobaan yang menyengsarakan itu, beberapa daerah di Roma juga sempat mengalami bencana banjir. Rakyat seperti sudah jatuh tersungkur, tertimpa tangga pula. Namun, sang pemimpin Kota Abadi tetap setia menemani serta membantu rakyatnya untuk bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mau terlibat dengan kesengsaraan dan penderitaan rakyatnya, selama hampir tujuh tahun.

Itulah masa di mana Paus Bonifasius IV bertakhta. Dengan penuh kasih dan perhatian, ia bersama rakyat Roma berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.

Murid Gregorius Agung
Tak banyak informasi mengenai masa kecil dan masa muda Bonifasius. Yang diketahui secara pasti, ia merupakan putra seorang dokter bernama Yohanes, yang berasal dari Valeria di wilayah Abruzzi, Italia Tengah. Wilayah Abruzzi terletak di sebelah timur Kota Roma, memiliki pantai yang menghadap Laut Adriatik.

Konon, Bonifasius lahir di Valeria tahun 550 dan pernah menjadi murid Paus Gregorius Agung (540-604) di Roma. Ada yang mengatakan, Bonifasius merupakan rahib Benediktin, salah satu anggota Biara www.liveinternet.ru St Sebastianus, milik Ordo St Benediktus (OSB).

Ketika Paus Gregorius Agung bertakhta, Bonifasius melayani sebagai Diakon di Gereja Roma. Bahkan, ia juga dipercaya menjadi dispensator, salah satu posisi administrasi kepausan yang mengurusi administrasi terkait dengan harta benda dan warisan Gereja. Bahkan Bapa Suci Gregorius Agung mengangkatnya menjadi Kardinal pada 591.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*