Artikel Terbaru

Istri Suka SMS Romo

Istri Suka SMS Romo
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Romo Erwin, selamat berjumpa. Saya Johan dari Tangerang. Saya merasa tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa, cemburu kepada istri saya. Akhir-akhir ini istri saya sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan dan pelayanan di paroki. Aktivitas ini membuatnya cukup dekat dengan pastor paroki kami atau romo-romo lain. Namun istri saya setiap hari selalu SMS Romo dan Whatsapp atau Line dengan romo. Itu intens hampir setiap jam. Apakah romo tidak mempunyai pekerjaan? Istri saya sering sekali santai sambil chatting dan dengan senyum sendiri seperti orang kurang waras. Awalnya saya tidak bermasalah, tetapi akhirnya saya curiga karena istri mengganti password telepon selularnya. Apa yang harus saya buat? Apakah langsung mendatangi romo tersebut dan menegurnya atau bagaimana? Terima kasih, Romo.

Johan, Tangerang

Bapak Johan yang sedang bingung dan cemburu, terima kasih atas pertanyaan Bapak. Saya ikut prihatin dengan kejadian dalam rumah tangga Bapak dan istri. Permasalahan seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika pihak-pihak yang terkait tidak mengambil kesempatan untuk mengganti kebutuhan psikologis pribadi dengan kebutuhan di luar rumah. Baik imam yang Bapak ceritakan maupun istri Bapak sendiri, saya kira jika memang benar adanya, sedang “bermain api” dan bisa menyeretnya pada permasalahan yang lebih dalam.

Seorang imam tentu mempunyai banyak pekerjaan. Kalaupun ia bekerja di paroki, sebenarnya pekerjaannya sangat banyak, mengingat umat yang dilayani bisa mencapai puluhan ribu, jika parokinya besar. Jika seorang imam mau memberikan diri seutuhnya, pekerjaannya bisa tidak habis-habis. Ia harus mengurus paroki, liturgi, dokumentasi umat, pelayanan pastoral, pelayanan masyarakat, dan hubungan sosial ke masyarakat yang lebih luas. Jadi jika ditanyakan demikian, jawabannya adalah para imam hanya mempunyai sedikit waktu untuk bersantai dan main-main.

Akan tetapi, tidak dipungkiri bahwa sebagai imam, kami pun tidak selalu menggunakan waktu dengan efektif. Ada kalanya kelalaian dan kekurangseriusan membuat kami jadi habis waktu untuk sesuatu yang kurang berguna. Apalagi dalam hal ini seorang imam menghabiskan waktu dengan seorang istri yang masih bersuami. Tentu hal ini sangat disayangkan. Kita semua bahkan khawatir kalau-kalau terjadi hubungan yang lebih dalam dan memalukan semua pihak.

Bapak Johan yang baik, hal yang Bapak ceritakan bukanlah hal yang baru, tetapi hal itu dapat dicegah juga. Hubungan antara suami dan istri di rumah adalah penentu sikap yang sehat dari kedua pihak di luar rumah. Jika Bapak dan Ibu punya relasi yang baik dalam damai sejahtera, barang-kali kemungkinan kejadian seperti ini dapat dihindari.

Memang benar, ada godaan untuk menghilangkan kepenatan dan kesulitan rumah tangga dengan chatting atau terhanyut dalam relasi tidak sehat. Tetapi hal ini bukan hanya karena “mau sama mau”, melainkan juga karena “pelarian” dari masalah di dalam rumah. Jadi, saya merasa yakin Bapak juga penentu untuk menyelesaikan masalah ini. Komunikasi adalah kuncinya.

Hadapilah peristiwa ini dengan dewasa dan penuh pengertian. Istri bukanlah orang lain, karena ia adalah belahan jiwa. Jangan bunuh perasaan cemburu, tetapi belajarlah untuk menguasainya demi cinta sejati. Tuhan tidak pernah menjanjikan segala sesuatu mudah, tetapi bagi orang yang percaya, selalu ada jalan keluar. Jadilah teladan iman meskipun suasana sangat tidak nyaman. “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu,” (I Tim.4:12).

Temuilah seorang konselor yang baik untuk membantu Bapak dan Ibu mengatasi persoalan ini, mumpung belum terlalu jauh hubungan yang terjadi. Selesaikan saja masalah Bapak dan istri. Sekarang ini, jangan terlalu jauh melangkah, karena bagaimanapun persoalan ini pelakunya adalah istri Bapak sendiri. Jangan sampai membuatnya malu atau “hilang muka” di hadapan banyak orang. Semoga Allah membantu Bapak. Amin.

Alexander Erwin Santoso MSF

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*