Artikel Terbaru

Pacarku Ditolak Mama

Pacarku Ditolak Mama
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHallo, Pengasuh. Usia saya 25 tahun. Saya punya pacar. Kami sudah lima tahun berpacaran dan merencanakan untuk menikah. Sayang, mama tak menyetujui hubungan kami. Mama tak simpati dengannya. Ekonomi pacar dan keluarganya tak sesuai harapan mama. Mama ingin saya pacaran dengan orang kaya. Alasan mama agar kehidupan saya terjamin kelak.

Saya sudah memberikan penjelasan kepada mama. Meski pacar saya tak kaya, ia rajin, setia, dan pantang menyerah. Mama tetap tak setuju. Mama selalu mengatakan, saya terus membela pacar dan lebih sayang kepadanya dibanding mama. Mama juga berpesan, harus ada perjanjian  pembagian harta sebelum kami menikah. Pacar saya menolak. Katanya, bila sudah menikah, segala yang dimiliki di dalam rumah adalah milik bersama suami-istri. Mohon saran.

Marchella Yustina, Bandung

Mbak Marchella, banyak hal memungkinkan terjadi konflik dalam keluarga. Dalam hal ini adalah perbedaan pendapat. Banyak keluarga mengalami situasi seperti Anda. Pendapat mama yang sangat memperhatikan aspek materi, mungkin dilatarbelakangi pengalaman pribadi masa lalu atau informasi dari orang lain betapa sulitnya hidup karena kekurangan materi. Bisa juga cita-cita mama agar Anda lebih kaya sesuai harapannya.

Ada orangtua beranggapan, kesuksesan hidup hanya dilihat dari aspek materi. Keharmonisan dan kebahagiaan keluarga bukan menjadi prioritas. Tampaknya, materi menjadi ukuran mama untuk menilai calon pasangan hidup Anda. Takut kekurangan materi menjadi fokus perhatiannya.

Di sisi lain, mama khawatir karena amat sayang kepada Anda. Ia ingin Anda hidup dengan seseorang yang tak kekurangan materi. Sementara Anda memandang materi bukan menjadi fokus utama dalam hidup. Perbedaan nilai itu tak mudah diselesaikan dengan cepat, sebab masing-masing punya prinsip berbeda. Karena itu, tak heran jika mama dan Anda sering berkonflik.

Demi menyelesaikan kasus Anda, saya sarankan beberapa hal, pertama, diskusikanlah dengan papa. Ia mungkin bisa menjadi penengah masalah Anda dengan mama. Bisa juga berdiskusi dengan saudara yang dihormati mama. Minta tolonglah kepada mereka agar bicara dengan mama. Siapa tahu pikiran mama terbuka dengan permasalahan Anda.

Kedua, dalam ilmu psikologi, konflik biasa diselesaikan dengan cara bargaining (saling menawar) hingga mencapai kesepakatan. Artinya, masing-masing pihak harus menurunkan ego agar kesepakatan dapat tercapai. Masing-masing pihak memiliki persyaratan dan saling menyetujui persyaratan itu.

Dalam kasus Anda, mama punya persyaratan tentang perjanjian pisah harta. Maka sekiranya Anda dan calon suami Anda bisa menerima syarat itu sehingga Anda bisa menikah. Lakukan penawaran yang mungkin bisa melunakkan hati mama, sehingga ia memberikan restu. Tawar-menawar itu harus logis. Anda pun memahami risiko bila menerima tawaran itu.

Sebagai anak sebaiknya Anda tetap menghormati mama, yang telah melahirkan Anda. Nah, Mbak Marcella, semoga saransaran itu bisa membantu dan memecahkan masalah Anda. Jangan patah semangat, jika Anda dan pacar sudah yakin, cocok, dan berani menghadapi semua risiko bersama-sama. Butuh kedewasaan dan kesabaran untuk menghadapi kasus ini.

Masalah yang kini Anda hadapi hanya sebagian kecil dari permasalahan keluarga. Kelak ada beragam riak setelah Anda memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Semoga Tuhan memberkati upaya Anda dalam memperjuangkan cinta.

Kristiana Haryanti

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 40 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 2 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*