Artikel Terbaru

Archangelii Epsilandri Septyarini: Seni di Mata Landri

Archangelii Epsilandri Septyarini
[NN/Dok.Pribadi]
Archangelii Epsilandri Septyarini: Seni di Mata Landri
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSeni menjadi sarana pelayanannya bagi sesama. Lewat seni, ia mengungkapkan iman kepada Yang Kuasa. Seni pulalah yang mengantar dia ke hadapan Paus Fransiskus.

Bisa bertemu langsung dengan Paus Fransiskus sama sekali tak ada dalam benak Archangelii Epsilandri Septyarini. Namun siapa sangka, gadis yang baru dibaptis delapan tahun lalu, ternyata bisa bersimpuh dan mengecup “Cincin Nelayan” yang melingkar di jari manis pemimpin umat Katolik sedunia itu.

Senilah yang membawa Landri, sapaannya, bisa sepanggung dengan Paus Fransiskus. Ia bersama kontingen Indonesia menyuguhkan lagu dan tarian Nusantara di hadapan Paus Fransiskus dan ribuan anak muda dalam Perayaan Hari Orang Muda Katolik Se-Asia (Asian Youth Day, AYD) di Solmoe Shrine, Korea Selatan, Agustus 2014.

Aksi panggung di tanah kelahiran St Andrew Kim Dae Geon terpatri di benak dan sanubari Landri. Jerih payahnya meracik musik dan melatih koreografi untuk rekan-rekan senegaranya berbuah manis. “Saya tak bisa berkata-kata, hanya menangis, bersyukur, dan berbahagia,” ungkap mantan anggota Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus, Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta ini.

Jalan Pelayanan
Kontribusi alumna Magister Manajemen USD bagi orang muda Katolik di panggung internasional tak hanya di Negeri Ginseng. Salah satu inisiator grup musik Kidung ini, sebelumnya juga pernah menjadi penata lagu resmi Perayaan OMK Se-Dunia (World Youth Day) di Brazil, 2013. Landri “menyuntik” rasa Indonesia dalam lagu itu.

Selain berpentas di arena internasional dengan suara emas, ia juga pernah tampil di acara “OMK Gathering” yang diadakan Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor, dan Keuskupan Bandung pada 2013. Ia pun pernah berdendang dalam Temu Akbar OMK Keuskupan Sintang pada 2015.

Tahun ini, Landri bersama aktor sekaligus musikus Gregorius Djaduk Ferianto, berkolaborasi dalam produksi theme song AYD ke-7. Perayaan itu akan berlangsung tahun depan di Keuskupan Agung Semarang. “Mas Djaduk sebagai juri dan arranger theme song. Saya jadi backing vocal saat rekaman,” tulis putri Nirbito Andreas dan Rr. Soeshariyorini ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*