Artikel Terbaru

Lepas Cincin Nikah Saat Keluar Rumah

[google image]
Lepas Cincin Nikah Saat Keluar Rumah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Romo Erwin, saya Rita. Saya ingin bertanya, apakah cincin kawin yang telah diberkati harus dipakai setiap hari? Saya merasakan ada yang berbeda dengan sikap suami. Kami telah menikah lima tahun dan selama pernikahan kami, semua aman. Suami tak bersikap aneh dan selalu baik-baik. Cuma satu tahun terakhir, suami selalu melepaskan cincin nikah ketika keluar rumah. Sampai di rumah barulah cincin dipakai. Saya pernah melihat suami melepaskan cincin dalam mobil dan menyimpan dalam saku. Tetapi sampai saat ini, saya belum pastikan apakah suami saya selingkuh, meskipun ada kabar miring dari teman bahwa ia pernah melihat suami bersama perempuan lain. Apa yang harus saya lakukan, Romo? Apakah saya berhak menanyakan kecurigaan ini? Terima kasih.

Rita, Magelang

Ibu Rita yang baik, terima kasih atas sharing pengalaman Anda. Pengalaman atas sebuah cincin yang Ibu alami barangkali dialami juga oleh beberapa pasangan suami istri yang lain. Cincin kawin adalah simbol universal (di seluruh dunia) bahwa seseorang sekarang ini terikat dengan orang lain yang memakai cincin yang serupa. Cincin yang tanpa ujung oleh beberapa pandangan dijadikan sebagai tanda cinta yang abadi yang tidak lekang dimakan zaman. Logam emas dipakai untuk menunjukkan betapa mulia janji pernikahan, dan bahkan pernikahan itu sendiri.

Cincin yang dipakai secara kasat mata akan dapat memastikan status seseorang, meskipun tidak selalu, bahwa ia telah bertunangan atau telah menikah. Letak cincin kawin pun mempunyai arti bagi pemakainya. Jadi, secara singkat dapat dikatakan bahwa cincin mempunyai arti simbolis dan arti pewartaan akan perubahan status seseorang, dari status lajang menjadi menikah. Jika kita menganggap penting sebuah cincin yang dulu dikenakan kepada pasangan ketika upacara nikah, penting jugalah menjaga agar jangan sampai penanda itu hilang atau tidak berguna karena tidak dipakai.

Secara pribadi, barangkali kecurigaan itu belum tentu benar. Ini saat Anda bertanya kepada suami apa yang terjadi dengan cincin di jarinya. Bertanyalah dengan jujur dan penuh kasih. Jangan ragu, daripada Anda mendengar “kabar miring” yang belum tentu benar. Bicara dengan suami ada cara tersendiri, termasuk memilih suasana, kalimat, dan intonasi agar jangan terasa menuduh. Akan tetapi, Anda tidak boleh bertanya dengan nada bercanda atau main-main. Persoalan yang akan Anda tanyakan itu serius sekali bagi Anda, maka jujurlah dengan perasaan itu dan mulailah berbagi dengan suami mengenai perasaan Anda.

Ibu Rita yang baik, ini saatnya janji nikah Anda diuji. Kita berjanji bukan hanya untuk menjalani hidup perkawinan dalam suka, melainkan juga dalam duka. Suka dan duka perkawinan salah satunya adalah masalah ketidaksetiaan. Jangan menunggu sampai persoalan berlarut-larut. Jika belum ada bukti, “…, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran”(Kol.3:12). Inilah cara untuk memulai pemulihan.

Suami bukanlah orang lain. Ia juga membutuhkan perhatian. Jangan hanya ketika merasa curiga, lalu menyapa dia, melainkan juga setiap saat, Anda perlu menyentuh, memberi waktu bersama, memuji, memberi hadiah dan pelayanan kepada dia. Suami yang sedang bermasalah lebih membutuhkan perhatian, bukan hanya penghakiman. Ia sedang bermasalah dengan Anda dan dengan diri sendiri. Suami yang sedang tergoda pun mempunyai hak untuk didoakan oleh istrinya. Nah, inilah saat Anda melakukan itu semua dengan sabar.

Semoga cincin yang melambangkan cinta sejati itu tidak hanya menjadi simbol yang harus dipakai, melainkan mengingatkan kita untuk mewujudkan perhatian dan kasih saat yang tidak melegakan seperti sekarang ini. Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita, karena itu berdoalah kepada-Nya, sambil melakukan tindakan nyata. Tuhan memberkati Ibu dan keluarga.

Alexander Erwin Santoso MSF

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*