Artikel Terbaru

St Stanislaus Papczyński: Pendoa bagi Orang Mati Tak Wajar

St Stanislaus Papczynski
[theshepherdsvoiceofmercy.blogspot.com]
St Stanislaus Papczyński: Pendoa bagi Orang Mati Tak Wajar
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDevosi kepada Maria mengantarnya ke jalan kekudusan. Hingga ajal, ia menjadi pendoa bagi jiwa-jiwa di api penyucian dan yang mati tak wajar.

Sebastian asyik bermain bersama kawan-kawannya. Keluarganya tak pernah membayangkan pemandangan itu. Maklum, kala di kandungan, dokter sudah memvonis, janin Sebastian gugur. Secara medis, janin itu tak normal dan tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sama sekali.

Dalam kebingungan, Zbigniew Chojnowski, paman si janin berdevosi kepada Pastor Stanislaus Papczyński. Pada 4 April 2001, tepat hari kedelapan novenanya, janin Sebastian bergerak. Bulan demi bulan, si janin tumbuh normal dan lahir pada 17 Oktober 2001. Dokter tercengang! Tinjauan medis tak sanggup menjelaskannya.

Mukjizat yang dialami bocah dari Elk, Polandia Utara itu melapangkan jalan beatifikasi Venerabilis Stanislaus Papczyński. Paus Benediktus XVI merestui mukjizat itu pada 16 Desember 2006. Misa Beatifikasi digelar di Gereja Bunda Maria Lichen, Polandia, 16 September 2007; dipimpin Sekretaris Negara Vatikan kala itu, Kardinal Tarcisio Pietro Evasio Bertone SDB. Sebastian, yang didampingi orangtuanya ditunjuk membawa relikui Beato Stanislaus Papczyński.

Semangat Kesalehan
Stanislaus Papczyński bernama asli Jan Papczyński. Bungsu dari delapan bersaudara ini lahir di Podegrodzie, dekat Stary Sącz, Polandia Tenggara, 18 Mei 1631. Ayahnya, Tomasz Papczyński adalah seorang pandai besi. Tomasz mencari tambahan nafkah dengan bekerja sebagai buruh yang mengurusi lahan dan ternak beberapa tuan tanah di desanya. Sementara ibunya, Zofia Tacikowska mengurus rumah tangga dan anak-anak di rumah. Keluarga ini hidup sederhana dan menjunjung tinggi nilai kekatolikan. Tak heran jika keluarga ini menjadi teladan bagi tetangganya.

Kesalehan kristiani keluarga ini ditanamkan pada anak-anak sejak dini oleh sang bunda. Buah pendidikan keluarga itu bersemi dalam diri Jan. Sejak kecil, si bungsu bercita-cita menjadi imam. Orangtuanya amat mendukung. Jan pun sudah akrab dengan devosi kepada Bunda Maria dalam lingkaran keluarganya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*