Artikel Terbaru

Pemakaman Jenazah

Pemakaman Jenazah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kremasi kerap dipilih umat Katolik di beberapa tempat ketika salah seorang anggota keluarga mereka meninggal dunia. Praktik kremasi ini sering diiringi dengan prosesi penaburan abu jenazah atau melarung abu jenazah di laut, sungai, atau danau. Ada pula umat yang memilih untuk menyimpan abu jenazah setelah kremasi.

Pada 1963, melalui Instruksi Piam et Constantem, 5 Juli 1963, Gereja mengizinkan kremasi bagi kaum beriman Katolik. Gereja mengeluarkan izin tersebut setelah menimbang bahwa kremasi dilakukan bukan karena menolak ajaran iman Katolik. Namun Gereja Katolik melarang keras praktik menaburkan abu jenazah di darat, laut, udara, menyimpan abu jenazah di rumah, atau bahkan membagikan kepada anggota keluarga. Hal ini ditegaskan Takhta Suci melalui Prefek Kongregasi Doktrin dan Ajaran Iman Kardinal Gerhard Müller dalam seruan pada Selasa, 25/10.

Seruan itu berdasarkan instruksi yang dikeluarkan Vatikan, Ad resurgendum cum Christo (Bangkit Bersama Kristus) pada 15 Agustus 2016. Instruksi ini berisi mengenai pemakaman jenazah dan penyimpanan abu setelah kremasi. Melalui instruksi itu, Gereja Katolik berusaha mempertegas anjuran untuk memakamkan jenazah. “Gereja menganjurkan dengan sangat, agar kebiasaan saleh untuk mengebumikan jenazah dipertahankan” (KHK Kan 1176#3).

Dengan menguburkan jenazah, Gereja Katolik menegaskan iman akan kebangkitan badan. Gereja Katolik juga mau menunjukkan martabat agung tubuh manusia sebagai bagian integral dari pribadi manusia. Tubuh merupakan bagian dari identitas manusia itu sendiri.

Harapannya, dengan memakamkan jenazah di pemakaman atau tempat suci lainnya dapat mendorong anggota keluarga atau komunitas Kristiani untuk berdoa dan mengenang mereka yang sudah meninggal dunia. Ini seiring dengan dorongan untuk menghormati para martir dan orang kudus.

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

1 Comment

  1. Kremasi semakin popular sekarang, termasuk bagi umat Katolik. Di keluarga kami, kebanyakan saudara saya dikremasi dan abunya dilarung di laut atau sungai. Kita melakukan larung abu, bukan menyimpan abu jenazah. Kita sebagai orang Kristen Katolik/Protestant mengimani bahwa adanya “Kebangkitan Badan”. Tuhan Allah sanggup membangkitkan tubuh yg sudah terurai menjadi debu atau abu. Tubuh kebangkitan adalah tubuh yg baru(tubuh kemuliaan). Seperti dalam alkitab: Yang ditaburkan adalah tubuh jasmani, yang dibankitkan adalah tubuh rohani(menurut St Paulus). Jadi sebenarnya sebagai umat Kristiani, kita tidak perlu mempermasalahkan hal ini atau membuat ruwet dengan aturan aturan sehingga kita membatasi kuasa Tuhan. Saya dengan keluarga saya setahun sekali bersama sama ke Pantai berdoa dan menaburkan bunga di laut(Cheng Beng) untuk mengenang dan mendoakan mereka.Adalah tidak benar, kalo kami tidak ada kuburan tidak pernah mengenang dan mendoakan mereka. Saya sendiri melihat banyak orang mempunyai kuburan orang tua, tapi sudah tidak mau mengunjungi sama sekali. Saya tahu dari denominasi Kristen tertentu, malah melarang umatnya berziarah /menabur bunga. Kalo saya lagi kangen dengan Papa, saya juga sering ke Pantai tabur bunga.God bless.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*