Artikel Terbaru

Beda Trimurti dan Trinitas

Beda Trimurti dan Trinitas
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMenyimak bahwa bahasa Sanskerta mempengaruhi bahasa-bahasa Indo-Eropa, apakah benar bahwa konsep Trimurti dalam agama Hindu, tempat asal bahasa Sanskerta, mempengaruhi konsep Trinitas? Apa beda Trimurti dan Trinitas?

Kusuma Indrawati, Temanggung

Pertama, memang diakui bahwa bahasa Sanskerta adalah sumber dari bahasa-bahasa Indo-Eropa, tetapi perlu dikaji sejauh mana konsep-konsep bahasa Sanskerta itu dialihkan ke bahasa-bahasa Indo-Eropa. Pengaruh linguistik dalam suatu bahasa tidak serta merta berarti sudah terjadi pengambilalihan konsep-konsep dari bahasa pendatang oleh bahasa penerima. Sebagai contoh, ketika para pemimpin Gereja menggunakan bahasa Yunani untuk mengungkapkan butir iman tentang sakramen, Gereja mempertahankan konsep dasar tentang sakramen seperti yang ada dalam Kitab Suci dan tidak mengambil alih konsep platonis tentang realitas. Maka, pengaruh linguistik tidak bisa dijadikan alasan adanya pengambilalihan konsep.

Kedua, masih ada perdebatan tentang agama Hindu itu monoteis atau politeis. Jika Hindu dipandang sebagai monoteis, Trimurti adalah perwujudan Allah Pencipta yang satu (Aum) dalam berbagai fungsi. Ketika mencipta, Dia dinamakan Brahma. Ketika menjaga ciptaan, Dia disebut Wisnu. Sedangkan ketika melebur dunia, Dia disebut Siwa. Pengertian Trimurti yang demikian ini mirip dengan pengertian aliran modalis tentang Trinitas. Ketiga fungsi itu perwujudan Allah yang satu dan sama dalam pelaksanaan fungsi yang berbeda.

Jika agama Hindu dipandang sebagai agama politeis, pengertian fungsi tetap dipertahankan tetapi ditekankan bahwa Brahma, Wisnu, Siwa adalah tiga dewa tertinggi di antara dewa-dewi yang disembah. Fungsi masing-masing dewa itu berbeda, demikian pula eksistensi masing-masing juga mandiri. Pengertian Trimurti yang demikian disebut sebagai Triteisme, bukan Trinitas.

Ketiga, ajaran tentang Trinitas adalah pewahyuan Allah tentang misteri diri-Nya kepada manusia melalui Yesus Kristus. Sebagai wahyu Allah, ajaran tentang Trinitas tidak didasarkan kepada ajaran manapun, meskipun konsep-konsep yang digunakan mempunyai kemiripan. Bisa juga dikatakan bahwa kemiripan-kemiripan itu digunakan Allah untuk mempersiapkan manusia mengerti substansi misteri yang hendak dinyatakan Dia kepada manusia. Jika demikian, perlu diperhatikan hal-hal baru dari wahyu Allah yang membedakan wahyu itu dengan hasil pemikiran manusia belaka dalam konsep-konsep yang ada.

Keempat, wahyu Allah tentang Trinitas hendak mengajarkan bahwa Allah itu esa. Hanya ada satu Allah yang adalah sumber segala sesuatu di dunia ini. Jadi, agama Katolik adalah agama monoteis, bukan agama politeis. Juga menjadi jelas bahwa ajaran tentang Trinitas tidak sama dengan ajaran Triteisme. Monoteisme kristiani menolak sumber lain dari segala sesuatu selain Allah Sang Pencipta itu sendiri. Dalam satu Allah itu terdapatlah tiga pribadi yang berbeda. Perbedaan itu bukan hanya menyangkut fungsi atau karya ke luar diri-Nya, tetapi perbedaan antara ketiga pribadi itu juga ada dan bisa dideteksi dalam diri Allah sendiri sebelum melakukan karya keluar dari diri-Nya. Bapa adalah sumber dari segala sesuatu. Dari Bapa, dilahirkan (Lat: generratio) Putra yang sehakikat dengan Bapa. Dari Bapa dan Putra, terhembuslah (Lat: spiratio) Roh Kudus yang mengikat Bapa dan Putra bersama dalam kasih. Jadi, ajaran tentang Trinitas tidak sama dengan ajaran modalisme, yang mengatakan bahwa satu Allah yang sama menjalankn tiga fungsi yang berbeda dan karena itu mempunyai tiga nama. Ajaran tentang Trinitas menyatakan bahwa dalam karya keluar dari diri-Nya sendiri, ketiga pribadi itu selalu berkarya bersama-sama, tetapi dengan penekanan peran dari Pribadi tertentu sebagai kekhasan masing-masing. Inilah wahyu yang harus diterima dengan iman.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 21 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 22 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*