Artikel Terbaru

Perak Trio Sulung STSP Pematangsiantar

Mgr Yohanes Harun Yuwono menyuapi Romo Piet Yoenanto Sukowiluyo saat Perayaan Pesta Perak Imamat tiga “putra sulung” dari STSP Pematangsiantar di Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
[NN/Dok.keuskupantanjungkarang.org]
Perak Trio Sulung STSP Pematangsiantar
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Tiga imam Keuskupan Tanjungkarang merayakan 25 tahun imamat. Mereka adalah tuaian perdana Seminari Tinggi St Petrus Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Laurentius Totok Subiyanto sempat sesumbar. Katanya, begitu lulus dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) St Yohanes Pematangsiantar, takkan kembali lagi ke Seminari Tinggi St Petrus (STSP). STPT St Petrus terletak di kota yang sama denganSTFT St Yohanes yang berdiri pada 1986 itu. “I will never come again,” ungkapnya menandaskan.

Tekad semula Romo Totok, demikian sapaannya, kandas setelah 23 tahun ditahbiskan. Imam kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 23 Juli 1961 ini harus rela pulang ke “rahim” yang telah melahirkan dan membesarkannya. Tak tanggung-tanggung, di tempat ini ia justru menjadi pembina para calon imam Diosesan Regio Sumatera.

Tahbisan Perdana
Para Uskup Regio Sumatera–Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Tanjungkarang,dan Keuskupan Pangkal Pinang memutuskan Romo Totok menjadi Rektor STFT St Yohanes Pematangsiantar. Ia yang baru setahun menjadi pembina para frater, hanya bisa taat dan ikhlas mengemban tanggung jawab yang mulai dipikulnya sejak 2015 hingga 2018. Bagi imam yang pernah berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia selama dua periode ini (2006-2012), imam adalah rekan Allah dalam karya penciptaan. Sebagai partner Allah, para imam mewujudkan mimpi Allah, yakni menghadirkan komunitas sebagai wujud kehadiran Kerajaan Allah.

Sebagai rekan kerja Allah, kata Romo Totok, imam harus kreatif dalam melayani para domba-Nya. Kristus yang berjalan bersama dengan domba-Nya perlu terwujud dalam pembinaan di STSP ini. “Karena itu, saya ingin menjadi teman bagi para frater yang adalah para calon gembala,” paparnya. “Menjadi sahabat itu perlu berjalan bersama dalam kasih, mencari untuk menemukan, menjawab, dan melakukan kehendak Allah,” sambung Romo Totok usai dilantik menjadi rektor oleh Uskup Tanjungkarang, Mgr Yohanes Harun Yuwono.

Mantan Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Lampung ini ingin melihat sisi positif dan merangkul setiap pribadi, terutama anak-anaknya. Sebab, setiap pribadi merupakan rahmat istimewa Allah dan berkat bagi semua orang. Rahmat dan berkat itu perlu dikembangkan di mana pun tiap pribadi berada.

 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*