Artikel Terbaru

Dilengserkan sebagai Paus dan Dibuang

Paus Martinus I dilengserkan dan digelandang keluar Roma oleh pasukan Kaisar Konstans II.
[lookandlearn.com]
Dilengserkan sebagai Paus dan Dibuang
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDemi tegaknya iman dan ajaran Gereja Roma, ia rela dilengserkan, disiksa, dan dibuang hingga wafat sebagai martir. Berkat imannya, banyak mukjizat terjadi.

Rombongan prajurit Bizantium terlihat mengarak pesakitan. Seperti maling, di sepanjang jalan, si pesakitan yang tertangkap diarak hendak diadili massa. Tangannya diborgol dan lehernya pun dirantai. Di tempat yang dituju, sudah hadir Kaisar Konstans II (630-688) dan rakyat pun berkumpul untuk menyaksikan penyiksaan orang yang dituduh melawan kaisar.

Di arena itu, martabatnya dilecehkan. Si pesakitan disoraki dan dicaci maki. Ia diludahi dan disakiti. Bahkan ia hampir ditelanjangi di muka umum. Namun ia bergeming dengan imannya akan Kristus sesuai ajaran Gereja Roma.

Konon meskipun banyak orang menghujat dan mengutuknya, ada sebagian rakyat menaruh hati padanya. Sebagian rakyat terdiam pilu dan menangis menyaksikan kebenaran dipermainkan oleh kebatilan.

Itulah secuil kisah pahit yang dialami Paus Emeritus Martinus I. Ia dilengserkan dari takhtanya oleh Kaisar Konstans II, digelandang ke Konstantinopel, dipenjara, dianiaya, dan akhirnya diasingkan hingga wafat. Semua itu ia jalani dengan jiwa besar demi tegaknya kebenaran iman akan Kristus melawan Monothelitisme.

Bangsawan Intelektual
Martinus lahir di Todi, Umbria (kini Pian di San Martino) Italia. Ayahnya bernama Fabricius, yang masih trah bangsawan. Sejak muda, Martinus terlihat memiliki bakat intelektual di atas rata-rata.

Menurut tradisi, Martinus merupakan anggota Ordo St Basilius. Dalam kisah-kisah hidupnya, ia dikenang sebagai pribadi yang memiliki kapasitas intelektual cemerlang. Sejak muda, ia giat bekerja dan terus belajar. Ia pun peduli kepada nasib rakyat kecil. Ia dipilih sebagai Paus di Roma pada 21 Juli 649.

Sebelum menjadi Paus, namanya sudah dikenal publik pasca pengangkatannya sebagai delegatus Takhta Suci untuk menyelesaikan Monothelitisme di Konstantinopel. Martinus diutus pendahulunya, Paus Theodorus I (642-649) untuk bertandang ke Konstantinopel. Saat itu, ia mengemban tugas dari Paus untuk mempersiapkan pemecatan secara kanonik Patriark Konstantinopel, Pyrrhus I yang naik takhta dua kali pada 638-641 dan 653-654.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*