Artikel Terbaru

Group Musik Keroncong STSP: Keroncong Perawat Harmoni

Para personil GMK STSP sedang berfoto bersama usai mendukung panggilan teman-teman mereka yang mengikrarkan kaul kekal.
[Dok.Fr Nicolaus Heru Andrianto]
Group Musik Keroncong STSP: Keroncong Perawat Harmoni
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comCalon imam dibina mengembangkan potensi mereka. Bekal yang akan berguna, kala mereka berkarya di tengah umat dengan beragam corak sosial budaya.

Alunan musik keroncong terdengar dari sebuah ruangan di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar (STSP), Sumatera Utara. Sesekali, gelak tawa menggantikan irama dari ukulele, gitar, flute dan alat musik lainnya. Usut punya usut suara itu berasal dari Grup Musik Keroncong Seminari Tinggi Santo Petrus (GMKSTSP) yang anggotanya adalah para frater.

Pelestarian budaya Indonesia merupakan tanggung jawab setiap warga negara Indonesia. Tak terkecuali para frater STSP, yang memang berasal dari berbagai corak budaya dan bahasa. Melalui GMK-STSP inilah frater-frater ingin mewujudkan tanggung jawab melestarikan budaya yang adalah buah dari refleksi mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Frater-frater di STSP berasal dari pelbagai latar belakang budaya mulai dari Batak, Melayu hingga Jawa. Mereka datang dari enam keuskupan Regio Gerejawi Sumatera (Keuskupan Agung Medan, Sibolga, Padang, Keuskupan Agung Palembang, Tanjungkarang dan Pangkalpinang).

STSP sendiri akhirnya menjadi “terminal” perjumpaan keragaman tersebut. Setiap mahasiswa di STSP selalu berusaha mengekspresikan warisan budaya mereka, baik melalui seni, maupun kegiatan lain. Khusus untuk komunitas GMK-STSP mereka memilih musik keroncong karena dianggap merepresentasikan keragaman budaya.

Keluar Tembok Seminari
Para frater yang menggawangi GMKSTSP umumnya berdarah Jawa yang lahir di Sumatera, Tanjungkarang atau pun Palembang. Namun komunitas ini membuka pintu lebar-lebar bagi para frater dari suku lain untuk ikut memperkuat kelompok musik keroncong tersebut. Untuk saat ini, para pemain tetap di GMKSTSP terdiri dari Fr Bagas (cello), Fr Ongko (cuk), Fr Riyanto (gitar), Fr Bayu (keyboard), Fr Fajar (kencrung), Fr Agung (biola), Fr Markus (bass), Fr Agus (kencrung), dan Fr Junius Sihombing (flute).

Group musik ini sering terlibat dalam menganimasi liturgi Ekaristi di STSP. Mereka bergantian dengan grup musik lain yang juga menangani musik-musik liturgi. Jika kelompok musik Gondang Batak mengalunkan harmoni bergaya khas Batak, GMK-STSP juga mempersembahkan dengan apik lantunan melodi dari flute, ukulele dan alat musik keroncong lainnya. Walau berbeda jenis dan aliran, ketika dimainkan dengan hati akan menjadi harmoni.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*