Artikel Terbaru

Seribu Wajah Maria

Seribu Wajah Maria
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Maria, perempuan yang tak lekang oleh zaman. Namanya selalu disebut dalam doa-doa harian kita. Selama lebih dari 2000 tahun, cerita-cerita tentang Maria, gadis Yahudi miskin itu tak pernah usai. Aneka kisah dilekatkan dalam diri Maria. Kepopuleran Maria terkadang justru mengalahkan nama Sang Putra Tunggal, Yesus.

Dalam Gereja Katolik terdapat empat dogma tentang Maria, yakni Maria Bunda Allah, Maria Tetap Perawan, Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, dan Maria Diangkat ke Surga. Di luar keempat dogma itu, banyak sekali gelar disemat dalam diri Bunda Yesus ini. Gelar-gelar ini kadang terkait dengan kisah-kisah iman atau cerita yang beredar di daerah tertentu. Ada seki tar 117 gelar yang dimiliki Maria.

Tempat-tempat devosional Maria juga dibangun di mana-mana. Banyak gereja dipersembahkan bagi Maria. Hampir di semua gereja ada patung, gambar, atau ikon Maria. Dalam satu tahun, 24 hari dipersembahkan bagi Bunda Maria. Ada ratusan, bahkan ribuan wajah Maria dibuat. Mulai dari lukisan, ikon, patung, hingga gambar menggunakan teknologi digital modern. Para seniman selalu mencari inspirasi baru untuk membuat patung atau lukisan tentang Maria. Pun para pencipta lagu yang hampir setiap tahun menghasilkan lagu-lagu tentang Maria.

Maria menjadi cerita yang tak pernah selesai. Ia akan terus menjadi buah bibir, sejak dulu, kini, dan sepanjang segala masa. Tapi semua cerita dan wajah Maria mesti mengantar kita sampai kepada Yesus. Ad Jesum per Mariam, menuju Yesus melalui Maria. Segala penghormatan kepada Bunda Maria tidak terlepas dari penghormatan kepada Yesus. Seluruh gelar dan kehormatan Maria yang diberikan Allah kepada dia adalah demi kehormatan Yesus. Dasar penghormatan kita kepada Bunda Maria adalah karena peran dia sebagai Bunda Yesus, yang dikuduskan Allah, serta mengambil peran istimewa dalam seluruh rencana keselamatan Allah.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 20 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 15 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*