Artikel Terbaru

Santo Andreas Rasul: Perintis Misi di Tepi Selatan Laut Hitam

Pelukis Bartolome Esteban Murillo (1675-1682) asal Seville, Spanyol melukiskan suasana dramatik penyaliban Santo Andreas Rasul. (Sumber Ilustrasi: liturgies.net)
Santo Andreas Rasul: Perintis Misi di Tepi Selatan Laut Hitam
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – SANTO Andreas Rasul dipilih sebagai santo pelindung Paroki Kedoya atas prakarsa Uskup Agung Jakarta Mgr Leo Soekoto SJ dengan penekanan agar umat setia dalam menghidupi dan mewartakan Injil.

Kepala Paroki Santo Andreas Kedoya, Jakarta Barat Pastor Antonius Heru Jati Wahyuno MSC menuturkan, ”Dalam mewartakan kabar gembira, Santo Andreas memiliki semangat dan daya juang yang cukup besar. Semangatnya berkobar-kobar hingga rela mengorbankan nyawanya.”

Simbol bahwa ia seorang pewarta yang rela menjadi martir terungkap pada dua patung hitam Santo Andreas Rasul yang berada di halaman dan di dalam bangunan gereja. Tangan kirinya memegang Kitab Suci dan pada saat yang bersamaan ia sedang memikul salib.

Patung berusia puluhan tahun dengan perawakan tinggi berpadu wajah berkumis dan berjenggot tebal itu memperlihatkan kebijaksanaan. Tebalnya debu yang menempel di beberapa bagian patung itu hanyalah bentuk kelalaian kecil, karena pada dasarnya umat di paroki ini menghayati semangatnya.

”Oleh karena itu, umat Paroki Santo Andreas Kedoya selalu mengadakan Novena Santo Andreas sebelum perayaan Santo Andreas pada 30 November,” tutur pastor asal Klaten ini.

Nelayan dari Betseida
Saudara Simon Petrus ini adalah nelayan kelahiran Betseida, sebuah kota di tepi Danau Genesaret (Mrk 6:45; Yoh 1:44; 12:21). Ayahnya, Yohanes (Yona), juga seorang nelayan di Kapernaum, empat kilometer sebelah barat muara Yordan pada Danau Genesaret.

Nama ”Andreas” berasal dari bahasa Yunani yang berarti: berani, perkasa, kuat. Namanya sepadan dengan profesi-nya sebagai nelayan sebelum menjadi murid Yesus. Setelah menjadi murid Yesus, ia menjadi pewarta yang pemberani dan tidak takut akan berbagai ancaman.

Pada awalnya, Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis (bdk Yoh 1:35-40). Hingga suatu saat Yohanes menunjuk Yesus yang sedang lewat, ”Dialah sang Anak Domba Allah!” Walau mungkin belum mengerti benar apa makna seruan Yohanes itu dan belum mengenal siapa Yesus, Andreas bersama seorang murid lainnya segera mengikuti Yesus.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*