Artikel Terbaru

Hari Perkawinan Sedunia

Sumber Ilustrasi: [dominicanweddingplanner.com]
Hari Perkawinan Sedunia
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKami sangat senang bahwa di kota kami akan diadakan Misa Hari Perkawinan Sedunia pada hari Minggu, 19 Februari 2012, yang dikoordinir oleh kelompok Marriage Encounter (ME). Apakah hal ini adalah program masingmasing kota atau program Gereja universal? Apa tujuannya?

Michael Ronny Sutanto, Malang

Pertama, Hari Perkawinan Sedunia adalah program yang diawali di Amerikat Serikat pada 1981, oleh beberapa pasangan suami-istri yang mendesak walikota, gubernur, dan uskup untuk menyatakan Hari Valentin sebagai “Hari kami percaya pada perkawinan”. Perayaan ini mengalami sukses besar. Gagasan ini kemudian diangkat oleh Pemimpin Nasional Marriage Encounter (ME) Seluruh Dunia menjadi program ME. Tahun 1983, nama itu diubah menjadi “Hari Perkawinan Sedunia” yang dirayakan pada hari Minggu kedua dalam bulan Februari. Tahun 1993, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II memberikan restu apostolisnya pada Hari Perkawinan Sedunia.

Jadi, memang Misa Hari Perkawinan Sedunia bukanlah program resmi Gereja universal, tetapi lebih merupakan prakarsa dari kelompok ME. Tetapi, Misa itu biasanya terbuka untuk semua pasutri, bukan khusus untuk para anggota ME. Namun demikian, pemimpin Gereja telah memberikan restunya. Itulah sebabnya, pengadaan Hari Perkawinan Sedunia tidak serentak di semua kota atau keuskupan dan bisa memberi kesan seolah Misa Hari Perkawinan Sedunia merupakan program paroki atau kota yang bersangkutan. Baik jika pemimpin Gereja lokal mengangkat Hari Perkawinan Sedunia ini menjadi program untuk semua paroki, sehingga Misa Hari Perkawinan Sedunia bisa diadakan serentak di semua paroki atau di semua kota dalam wilayah Gerejawinya.

Kedua, tujuan dari Hari Perkawinan Sedunia ialah untuk “menghormati suami dan istri sebagai kepala keluarga, yaitu unit basis dari masyarakat”. Perayaan ini juga hendak menjunjung tinggi keindahan kesetiaan pasutri, pengorbanan dan kegembiraan dalam hidup perkawinan setiap hari. Artinya, pasutri diajak untuk menyadari dan menghangatkan kembali kesatuan hati di antara mereka dan menyadari peran penting mereka memelihara kesatuan dalam keluarga.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*