Artikel Terbaru

Menyebut Nama dalam Pengakuan Dosa

Sumber Ilustrasi: [newscientist.com]
Menyebut Nama dalam Pengakuan Dosa
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comSeorang sahabat wanita saya curhat bahwa dia sudah melakukan hubungan seksual dengan seorang imam. Penyesalan muncul sesudah peristiwa itu terjadi. Karena dia sangat aktif di paroki dan mengenal banyak Romo, maka dia tidak ingin dosanya diketahui oleh romo-romo lain. Dia juga ingin menjaga nama baik Romo sahabatnya itu, dan takut jika mengaku dosa kepada Romo lain, Romo lain itu akan menanyakan nama Romo sahabatnya. Dengan semua pertimbangan ini, akhirnya dia mengaku dosa kepada Romo sahabatnya. Apakah bisa dibenarkan? Apakah wajib memberitahukan bahwa hubungan intim itu dilakukan dengan seorang imam?

Iin Kamilia, Jakarta

Pertama, Hukum Gereja memberikan ajaran yang jelas dan tegas: “Absolusi terhadap rekan-berdosa (absolutio complicis) dalam dosa melawan perintah keenam Dekalog adalah tidak sah kecuali dalam bahaya maut.” (KHK kan 977). Maka, pengakuan dosa sahabat Ibu itu harus diulang kepada imam lain, yang bukan rekan-berdosanya. Seharusnya Romo tersebut tahu dan memberitahukan larangan Gereja tentang hal ini. Dan juga, dia tidak boleh memberikan absolusi.

Kedua, Gereja mengajarkan bahwa imam yang memberikan sakramen Rekonsiliasi dianjurkan untuk tidak menanyakan jati diri rekan-berdosa: “Dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan hendaknya imam bertindak dengan arif dan hati-hati, dengan memperhatikan keadaan serta usia peniten, dan hendaknya menahan diri untuk menanyakan nama rekan-berdosanya.” (KHK Kan 979). Karena itu, sahabat Ibu tidak perlu ragu untuk mengaku dosa ke imam lain dan boleh menolak menjawab pertanyaan tentang nama rekan-berdosa. Namun demikian, sahabat Ibu tetap perlu mengatakan secara eksplisit bahwa hubungan intim itu dilakukan dengan seorang imam. Beratnya dosa akan berbeda jika hubungan intim dilakukan dengan seorang yang sudah beristri atau seorang awam bujang. Tidak mengatakan spesifikasi ini bisa dianggap tidak jujur.

Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber Artikel Majalah HIDUP Edisi No. 12 Tanggal 18 Maret 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*