Artikel Terbaru

Silsilah Yesus Kristus

Sumber Ilustrasi [mgocsmdiaspora.org]
Silsilah Yesus Kristus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMencermati silsilah Yesus Kristus menurut Matius, khususnya Mat 1:16, apakah Yesus memang benar bisa disebut sebagai keturunan Daud, karena Bunda Maria mengalami kehamilan bukan dari Yusuf? Demikian pula, mengapa ayah Yusuf dalam silsilah Matius bernamaYakub, sedangkan dalam silsilah Lukas bernama Eli. Mana yang benar? Mengapa Matius menyebut hanya sampai Abraham? Mohon pencerahan.

Indriyani Sudigdo, Jakarta

Pertama, memang ada banyak ketidakcocokan nama bila kita membandingkan silsilah menurut Matius dengan silsilah menurut Lukas. Dari daftar raja-raja, antara Raja Yoram dan Uzia (ayat 8), Matius menghapus beberapa nama yang dikenal dari Perjanjian Lama, yaitu Ahazia, Yoas, dan Amazia. Beberapa ketidakcocokan lain bisa juga ditemukan. Perbedaan ini termasuk siapa nama ayah Yusuf, seperti yang Anda cermati di atas.

Semua ketidakcocokan ini menunjukkan bahwa tujuan utama Matius bukanlah menyusun sebuah silsilah yang tepat dan benar secara historis. Bukan tujuan Matius memberikan kesaksian historis atau memberikan bukti historis tentang siapa leluhur Yesus. Tujuan utama Matius tampak jelas dari baris pertama Injilnya, yaitu menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah ”Anak Daud dan Anak Abraham” (1:1).

Kedua, melalui silsilah ini Matius ingin menunjukkan jatidiri Yesus, yaitu bahwa Dia adalah Mesias, seperti yang dijanjikan Allah kepada Abraham dan Daud. Itulah arti ayat pembuka Injil Matius: ”Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” Tekanan istimewa diletakkan Matius pada kata ”Kristus” yang artinya sama dengan Mesias. Hal ini secara mencolok ditekankan dua kali oleh Matius, yaitu pada ayat 16: ”. . . yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus” dan ayat 17: ”. . . empatbelas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.”

Perlu diketahui bahwa nama ”Kristus” jarang sekali disebut dalam Injil-Injil lain. Dalam Injil Matius, penggabungan nama Yesus dengan gelar ”Kristus” dalam seluruh Injil Matius, terjadi lima kali saja (1:1.16.17; 16:20 dan 27:17). Jadi, penekanan pada kata ”Kristus” secara sangat jelas menunjukkan tujuan utama Matius dalam menulis silsilah ini, yaitu menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Kristus yang dijanjikan Allah kepada Abraham dan kepada Daud.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*