Artikel Terbaru

St Maria Crescentia Höss (1682-1744): Mistikus, Patron Kesucian Hidup

St Maria Crescentia Höss
[patronfransiscan.com]
St Maria Crescentia Höss (1682-1744): Mistikus, Patron Kesucian Hidup
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHampir sebagian hidupnya bergumul dengan pengalaman mistik. Penderitaan yang dialaminya disatukan dengan pengalaman Yesus yang menderita di salib.

Sebuah kedai berdiri tepat di sebelah biara Fransiskan Ordo Ketiga Kaufbeuren, Bavaria, Jerman. Kedai itu sering menjadi sumber keributan bagi masyarakat sekitar. Keributan yang ditimbulkan kedai itu cukup mengganggu ketenangan di biara. Walikota Kaufbeuren yang beragama Protestan, memutuskan untuk membeli kedai itu dan disumbangkan kepada para suster Fransiskanes pada 1703. Sebagai imbalan atas tindakannya itu, ia meminta superior biara untuk menerima Anna Höss sebagai calon suster di tarekatnya.

Anna Höss berasal dari sebuah keluarga Katolik miskin di Kaufbeuren. Ia lahir di Kaufbeuren, 20 Oktober 1682 dari pasangan Matthias Höss dan Lucia Hoermann. Matthias bekerja sebagai penenun; sementara Lucia menjadi ibu rumah tangga. Karena ekonomi keluarga yang sangat minim, Anna tidak bisa mengenyam pendidikan formal seperti anak-anak seusianya. Namun, orangtuanya menanamkan keutamaan hidup Kristiani yang sangat kuat dalam dirinya.

Sifat Anna yang rendah hati dengan pembawaan yang kalem dalam kehidupan bermasyarakat, membuatnya dicintai warga Kaufbeuren. Mereka memanggilnya “Malaikat Kecil” karena hidup rohaninya yang luar biasa.

Ketika menerima Komuni Pertama pada usia tujuh tahun, Anna semakin merasakan kehadiran dan kedekatan dengan Yesus dalam hidupnya. Dari sini, kerinduan untuk mengikuti jalan salib Yesus mulai tumbuh dalam dirinya.

Masuk Biara
Cita-cita Anna untuk lebih dekat dengan Yesus akhirnya mendapat titik terang. Suatu ketika, saat berdoa di Biara Fransiskanes Kaufbeuren, ia seolah mendengar sebuah suara, “Ini akan menjadi tempat tinggalmu.” Anna yakin suara itu keluar dari salib yang berada di depan altar. Suara itu begitu halus, penuh kebapaan, dan menyentuh hati. Ia percaya suara itu datang dari Tuhan yang tersalib. Hatinya segera dipenuhi kerinduan untuk menjadi biarawati.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*