Artikel Terbaru

Kerang Kosong

Kerang Kosong
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perhatikan area makan di mal atau rumah makan. Itulah tempat favorit banyak pasangan suami istri beserta anak-anak makan bersama, pemandangan yang indah. Kesempatan ini tentunya baik untuk menumbuhkan kebersamaan dan kemesraan dalam sebuah keluarga. Kehidupan keluarga pun menjadi lebih bermakna.

Namun ada kalanya suasana kebersamaan yang ingin dibangun itu tidak tercipta. Lihatlah, ketika sang ibu menyuapi anaknya, sang ayah mengalihkan perhatiannya ke gadget dalam genggamannya. Ia tidak turut serta memperhatikan anaknya. Jika anak-anak sudah lebih besar, pemandangan yang kita lihat pun berbeda. Ibu, ayah, dan anak malah sibuk dengan gadget masing-masing. Tidak ada lagi canda dan spontanitas yang menghangatkan suasana kebersamaan. Masing-masing terbelenggu gadget di tangan.

Ternyata suasana seperti itu pun bisa terjadi di rumah. Gambaran keluarga yang intim, mesra penuh dengan tawa canda dan dialog-dialog bermakna antara anggota keluarga seolah-olah sirna. Suasana dalam keluarga menjadi garing. Keintiman dan kemesraan menjauh. Juga antara suami dan istri.

Dalam ilmu psikologi yang membahas soal kehidupan keluarga, situasi keluarga/rumah tangga atau pasangan suami istri yang tergambar seperti itu, dinamakan keluarga kerang kosong. Arti dari kiasan ini adalah, keluarga yang tetap tampak utuh tetapi di dalamnya tidak ada lagi keintiman dan kemesraan. Dalam bahasa lain, bisa juga dikatakan sebagai keluarga yang utuh tetapi rapuh.

Mengapa bisa terjadi hal yang demikian? Penyebabnya adalah tidak satunya atau pecahnya tujuan yang ingin dicapai oleh pasangan suami istri. Suami atau istri mencari kesenangan masing-masing. Jika sudah demikian, terjadilah pertengkaran, saling cuek terhadap persoalan pasangan, dan sibuk berkegiatan sebagai pelarian dari situasi rumah. Jangan beri peluang keluarga Anda terjerumus dalam situasi garing dan gersang ini.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 19 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 8 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*