Artikel Terbaru

St Eugenius: Paus Kesayangan Rakyat

Paus Eugenius I
[wikiwand.com]
St Eugenius: Paus Kesayangan Rakyat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKesucian hidup dan kemurahan hatinya terpatri di hati rakyat Roma. Ia memperjuangkan orthodoksi Gereja melawan Kaisar Bizantium dan Patriark Konstantinopel.

Tahun 656, sepucuk surat tiba di Roma. Inilah surat balasan Patriark Gereja Konstantinopel, Petrus (654-666) kepada Patriark baru Roma, Paus Eugenius I (654-657). Patriark Petrus tidak secara eksplisit meminta agar Roma untuk tunduk kepada Konstantinopel. Namun, tersirat keinginan, Takhta Roma mestinya berada di bawah Takhta Konstantinopel.

Selain melayangkan surat kepada Paus, Patriark Petrus juga menyapa para klerus dan umat di Gereja St Maria Maggiore, di mana Paus juga memiliki takhta di sana. Sang Patriark meminta dalam suratnya agar para klerus dan umat mendesak Paus untuk meninggalkan takhtanya dan tunduk di bawah Konstantinopel.

Di belakang surat dari Konstantinopel itu berdiri Kaisar Bizantium, Konstans II (641-668). Patriark Petrus dan sang kaisar telah bersekongkol menggulingkan Paus Eugenius I sebagaimana yang telah mereka lakukan pada Paus Martinus I (649-653). Mereka menginginkan agar Paus Eugenius I bisa digelandang ke Konstantinopel dan ditawan atau diasingkan, jika tidak mau tunduk terhadap kebijakan Kaisar Bizantium dan Patriark Konstantinopel terkait dengan ajaran Monothelitisme.

Membela Paus
Kongkalikong dua penguasa Timur itu pun mendapat reaksi di Barat. Alih-alih takut dan tunduk, klerus dan rakyat Roma justru menentang keras persekongkolan Kaisar Konstans II dan Patriark Petrus. Mereka sangat menghormati Paus dan berusaha melindunginya dari serangan pelengserannya.

Kecintaan para klerus dan rakyat Roma pada Paus Eugenius I disebabkan oleh kesucian dan kebaikan hatinya. Paus ini begitu dekat di hati para klerus dan umat. Selain mendapat proteksi dari para klerus dan rakyat Roma, ia seolah diselamatkan oleh situasi kala itu.

Kondisi saat itu memungkinkan Bapa Suci tidak mengalami nasib buruk seperti pendahulunya, Paus Martinus I. Kala itu, tentara Islam sudah mulai menguasai Rhodes tahun 654. Armada laut Kaisar Konstans II juga berhasil ditaklukkan serdadu Islam dalam peperangan di Phoenix tahun 655. Kondisi Konstantinopel yang morat-marit ini menguntungkan Roma karena tekanan kaisar kepada Paus cukup terganggu oleh ulah bala tentara Islam yang kian mengancam Konstantinopel.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*