Artikel Terbaru

St Eugenius: Paus Kesayangan Rakyat

St Eugenius: Paus Kesayangan Rakyat
3 (60%) 2 votes

Dalam kemelut itulah Patriark Pyrrhus I terjungkal dari takhtanya. Saat itu, takhta kepatriarkan Konstantinopel dipegang oleh Patriark Paulus II (641-653), sebelum akhirnya Kaisar Konstans II merestorasi Takhta Konstantinopel bagi Pyrrhus I. Naas, belum genap setahun, Pyrrhus I meninggal dunia pada 1 Juni 654. Akhirnya, Kaisar Konstans II memilih Petrus untuk menduduki Takhta Konstantinopel. Patriark baru Konstantinopel ini juga dikirimi surat pemberitahuan bahwa Patriark baru Roma juga sudah terpilih.

Teguh Berprinsip
Menanggapi surat Paus Eugenius I, Kaisar Konstans II cukup geram. Para utusan Paus mereka tipu. Seolah-olah Kaisar Konstans II menanggapi positif surat dari Paus. Padahal, Kaisar Konstans II dan Patriark Petrus telah bersekongkol untuk melengserkan Paus Eugenius I. Mereka membalas surat Paus dengan desakan dan ancaman jika tidak mengikuti kaisar menyebarluaskan Monothelitisme. Namun, Paus tetap berpegang teguh pada prinsip ajaran Gereja yang benar.

Meski demikian, Kaisar Konstans II mengirimkan utusan untuk membawa semacam hadiah bagi Penerus Takhta St Petrus. Hadiah itu merupakan kulit dari akal bulus kaisar. Dalam surat balasannya kepada Paus, Kaisar Konstans II mendesak Paus untuk bersekutu penuh dengan Gereja Konstantinopel. Ia meminta agar Penerus Takhta St Petrus tunduk kepada Penerus Takhta St Andreas. Desakan kaisar ini terkait dengan paham Monothelitisme yang disyiarkan besar-besaran di wilayah Timur. Lagi-lagi, Paus bergeming dengan hadiah melimpah dari Kaisar Konstans II. Bahkan ia justru dibela klerus dan rakyat Roma.

Selama bertakhta, Paus Eugenius I telah mentahbiskan 21 uskup, yang diutus ke pelbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah St Wilfridus (634-709), yang di kemudian hari menjadi Uskup York, Inggris dan kelak juga akan berselisih paham dengan Uskup Agung Canterbury nantinya, Mgr Theodorus.

Paus Eugenius I menerima St Wilfridus yang kala itu datang ke Roma dalam usia yang masih amat muda tahun 654. Ia ingin belajar kehidupan Gereja dan tradisi monastik di Roma. Karena bertemu dengan salah seorang penasihat Paus, Diakon Bonifasius, St Wilfridus mendapat kesempatan bertemu Paus, mendengarkan nasihatnya, menerima berkat dan perutusan dari Paus untuk menggembalakan umat di Keuskupan York, Inggris.

Paus yang amat dekat di hati umat Roma ini wafat pada 2 Juni 657 di Roma. Jenazahnya dimakamkan di Basilika St Petrus. Pasca wafatnya, Paus kesayangan rakyat Roma ini dihormati sebagai orang kudus (Santo). Gereja memperingatinya tiap 2 Juni.

R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 19 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 8 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*