Artikel Terbaru

BIDUK Berbasis Web-Online

Tim BIDUK KAJ, Romo V. Adi Prasodjo bersama Ivan Sangkereng, Johannes Septian Sutrisno dan Victor Korompis sedang berkoordinasi di Wisma KAJ
[HIDUP/Marchella A. Vieba]
BIDUK Berbasis Web-Online
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSistem data BIDUK dibangun dengan sistem web online. Terjadi sentralisasi dan standarisasi data.

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah menerapkan sistem data online Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK). Sistem ini awalnya berangkat dari keprihatinan para Sekretaris Dewan Paroki KAJ.

Sistem yang dibangun selama ini di paroki-paroki, kadang memusingkan. Input data mulai dari ketua Lingkungan, lalu dimasukkan dalam program MS Excel. Data itu disalin di flash disk atau dicetak, baru diberikan ke sekretariat Paroki. Selanjutnya, data itu disatukan dan dilaporkan ke keuskupan.

Sistem manual itu memuat banyak kendala. Misal, terjadi mutasi umat antar Lingkungan dan Wilayah. Laporan statistik akan dihitung ulang dari data yang ada, baik dari tingkat Lingkungan hingga Keuskupan. Hal ini memakan waktu cukup lama.

Situasi lain yang terjadi dalam proses konsolidasi data tingkat keuskupan adalah sering sekali form statistik 65 Paroki KAJ diketik ulang dan dikalkulasi secara manual. Proses validasi dan verifikasi data pun sulit dilakukan karena data dikumpulkan secara high level, yakni detil data tidak ada di keuskupan. KAJ yang mencanangkan tata pastoral berbasis data juga belum punya manajemen sistem informasi terintegrasi. Banyak paroki menggunakan aplikasi pendataan umat yang berdiri sendiri dan tidak berlisensi.

Menjadi Solusi
Melihat keprihatinan ini, hadirlah BIDUK. Kondisi yang ingin dicapai adalah terciptanya manajemen sistem informasi yang mampu menyimpan basis data umat KAJ, dilengkapi dengan fitur tingkat keamanan dan perlindungan data. Sistem ini dapat diakses dan digunakan oleh seluruh Paroki KAJ dan update data pun dilakukan secara online, terintegrasi dan berbasis web (web-based). BIDUK menyediakan data primer yang dapat diolah lebih lanjut untuk kepentingan pelayanan pastoral.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*