Artikel Terbaru

Data Terintegrasi, Pastoral Lebih Berisi

Mgr Suharyo pemrakarsa karya pastoral berbasis data dengan BIDUK.
Data Terintegrasi, Pastoral Lebih Berisi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSejumlah paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah menerapkan system data online terintegrasi. Pelayan pastoral antusias merespon program ini.

Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK) menjadi perbincangan hangat di kalangan para sekretaris paroki. Persoalan pendataan umat seolah menjadi beban tersendiri bagi para pelayan pastoral di paroki. Misalnya di Paroki Maria Kusuma Karmel (MKK) Meruya, Jakarta Barat. Para pelayan pastoral melayani 85 ribu umat di ladang pastoralnya. Data ini menjadi ujung tombak karya pastoral.

Gayung pun bersambut. Peliknya soal pendataan umat seolah mendapat jawaban dengan diluncurkannya BIDUK. Koordinator Tim BIDUK sekaligus Sekretaris KAJ, Romo Adi Prasodjo mengundang tiap dekanat dan paroki untuk mengirimkan perwakilan dalam rangka sosialisasi aplikasi BIDUK. Inilah jawaban karya pastoral berbasis data sesuai Arah Dasar (Ardas) KAJ 2015-2020. Launching BIDUK dilaksanakan pada Sabtu, 27/2, di Gereja MKK, Meruya, dihadiri Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo.

Kini Paroki MKK menjadi salah satu pengguna BIDUK. Sekretaris Dewan Paroki MKK dan anggota Tim BIDUK KAJ, Ivan Sangkereng menuturkan, MKK menerapkan BIDUK karena itu dinilai sebagai alternatif menggantikan cara pengolahan data manual yang dilakukan selama ini. “BIDUK hadir sebagai harapan para sekretaris Dewan Paroki untuk mendapatkan aplikasi standar yang bisa mengakses data umat secara lengkap,” kata Ivan.

Paroki MKK sadar, kehadiran BIDUK sangat membantu pelayanan Gereja. Dengan data-data yang valid, Pastor Paroki mudah mengetahui perkembangan dan situasi umat. Oleh karena itu, training sangat diperlukan agar pengurus Lingkungan dan Wilayah dapat menjadi “pion”. Perlu kerjasama antara pengurus dan umat. Tantangannya, masih banyak pola kerja pendataan manual di Lingkungan. “Artinya, tidak mustahil BIDUK tidak mencapai sasaran jika tiap stake holder tidak memainkan perannya,” tegas Ivan.

My Paroki
Sementara umat Paroki St Yakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara sudah tak asing dengan sistem operasional berbasis data. Sudah lama mereka menggunakan program online untuk mendata umat. Adalah Yohanes Yamin, orang yang membidani program online di Paroki Kelapa Gading. Ia menamakan program ini “My Paroki”. Dalam perjalanannya, My Paroki dikembangkan dan sudah digunakan lebih dari 25 tahun. Beberapa paroki pun ikut menggunakannya. Aplikasi ini mereka pakai secara gratis.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*