Artikel Terbaru

Bunda Kerahiman Allah

Bunda Kerahiman Allah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBunda Maria disebut Bunda dialog, Bunda Ekologi Pastoral dan pada Tahun Suci Kerahiman Allah ini, Maria disebut sebagai Bunda Kerahiman. Apakah semua kegiatan Gereja dialamatkan kepada Bunda Maria begitu saja? Adakah dasar teologis gelar Maria, Bunda Kerahiman Allah?

Thomas Gunawan Partajaya, Surabaya

Pertama, tentu Gereja tidak begitu saja, tanpa dasar teologis mengalamatkan segala kegiatan kepada Bunda Maria. Memang segala kebaikan dan keutamaan Kristus bisa dialamatkan kepada Bunda Maria, karena Yesus Kristus adalah Putra Maria. Gelar Maria Bunda Kerahiman Allah juga diberikan kepada Bunda Maria karena Maria melahirkan Yesus yang adalah perwujudan kelihatan Kerahiman Allah Bapa yang tidak kelihatan. Paus Fransiskus mengawali surat Misericordiae Vultus dengan berkata: “Yesus Kristus adalah wajah kerahiman Bapa. … Kerahiman telah menjadi hidup dan kasat mata dalam Yesus dari Nazaret, mencapai puncaknya dalam diri-Nya.” (MV 1). Dalam diri dan segala tindakan Yesus, kita dapat melihat dan mengerti tentang kerahiman Allah. Yesus menyatakan kepedulian, keprihatinan, pengampunan, dan kasih Bapa yang tak terhingga. Yesus Kristus inilah yang melalui penyerahan diri Maria yang total, dikandung, dilahirkan dan diasuh Bunda Maria. Maka Maria pantas digelari Bunda Kerahiman Allah.

Kedua, Kerahiman Allah nampak jelas ketika manusia menyadari kekecilan dan ketidakberartian dirinya di hadapan Allah yang mahakuasa. Dalam pengandungan Maria tanpa noda dosa, kita bisa melihat kerahiman Bapa yang diterapkan kepada Maria sejak awal eksistensinya di dunia ini. “Allah tidak ingin meninggalkan manusia sendirian dalam pergolakan kejahatan. … Allah menanggapi dengan penuh kerahiman.” (MV 3). Dalam peristiwa pewartaan Kabar Gembira, kita menyaksikan kerendahan hati dan penyerahan Maria kepada kehendak Bapa membuat kerahiman Allah nampak jelas, bahkan Sang Kerahiman itu sendiri mewujud ke dalam rahim Maria, yaitu bayi Yesus wajah kerahiman Bapa. Jadi, kerendahan hati dan penyerahan Maria membuat kerahiman Allah mewujud secara istimewa dalam dirinya. Seperti kita ketahui, kata kerahiman dalam bahasa Ibrani terkait erat dengan rahim perempuan. Maka seringkali kerahiman dikaitkan dengan karakter yang bersifat feminin. Penjelmaan Sang Sabda menjadi manusia dalam rahim Maria terjadi karena kerjasama Maria melalui kerendahan hati dan penyerahan diri total Maria. Pengandungan ini menjadikan Maria sebagai manusia pertama yang menyatakan secara historis kerahiman Allah itu. Inilah alasan kedua Maria pantas disebut Bunda Kerahiman Allah.

Ketiga, karena kerahiman Allah mewujud dalam dirinya secara berlimpah, maka melalui Maria kerahiman Allah juga disalurkan kepada orang di sekitar. Sebagai ibu yang melahirkan Sang Kerahiman Allah, Maria melanjutkan kerahiman itu kepada para murid. Kerendahan hati, penyerahan yang total kepada kehendak Allah dan kesucian Maria membuat Maria mampu menampung kerahiman Allah dalam dirinya dan kemudian menyalurkan kerahiman itu kepada manusia. Peristiwa di Kana merupakan bukti perwujudan kerahiman Allah melalui kerjasama Bunda Maria (Yoh 2:1-11). Allah yang menanggapi kebutuhan manusia dan tidak ingin manusia dipermalukan. Kepedulian Maria menampakkan kerahiman Allah, misal ketika Maria mendampingi para rasul menantikan kedatangan Roh Kudus (Kis 1:14). Penampakan-penampakan Maria menunjukkan kepedulian Maria yang menyalurkan kerahiman Allah. Inilah fungsi Maria sebagai bunda, yaitu menjadi pengantara kerahiman Allah melalui Yesus kepada kita. Dengan sifat keibuan, Bunda Maria menjadi perwujudan kerahiman Allah. Kerahiman Allah “menyembur keluar dari kedalaman secara alami, penuh kelembutan dan kasih sayang, indulgensi dan kerahiman.” (MV 6). Karena itulah Maria pantas digelari Bunda Kerahiman Allah.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 18 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 1 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*