Artikel Terbaru

Anak Jadi Misdinar, Ayah Malas ke Gereja

Anak Jadi Misdinar, Ayah Malas ke Gereja
Mohon Beri Bintang

0HIDUPKATOLIK.comDear Romo Erwin, selamat berjumpa. Saya Andreas dari Jakarta. Saya seorang misdinar sekaligus pembina anak-anak misdinar di sebuah paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Saya pernah ditanya seorang teman, “Kenapa ayahmu malas ke gereja, padahal kamu rajin misdinar?” Saya tak tahu mau jawab apa. Yang jelas, entah berapa kali saya sering menegur ayah perihal malas ke gereja. Ibu pun demikian, selalu marah-marah karena ayah tidak ke Gereja. Anehnya, tiap Minggu, ayah selalu santai di rumah dan main catur dengan teman-temannya. Apa yang harus saya buat agar ayah rajin ke Gereja? Terima kasih.

Andreas, Jakarta

Halo Andreas yang baik! Saya bangga karena di usia muda, kamu sudah berani setia dalam pelayanan, berani mengambil waktu untuk menjadi misdinar dan melayani Gereja. Saya ingin memuji kamu, yang meskipun mempunyai ayah yang jarang ke gereja, tapi tetap penuh semangat melayani Tuhan dan teman-teman misdinar.

Mengenai ayahmu yang kurang rajin ke gereja, saya ikut prihatin. Dengan peristiwa ini, saya justru percaya bahwa Roh Kudus yang baik bisa memberkati siapa saja, termasuk anak-anak. Tidak hanya orangtua yang dapat dianugerahi kebijaksanaan untuk melayani Tuhan, anak pun bisa mengikuti suara Roh Kudus dan mencoba mengingatkan orangtua.

Anak yang rajin ke gereja dan melayani Tuhan perlu belajar untuk lebih memahami banyak orang. Barangkali dengan peristiwa ayahmu ini, kamu bisa lebih belajar menjadi dewasa dan bijaksana. Memang tidak semua orang terpanggil untuk setia kepada Tuhan. Kamu sendiri dipanggil, selain untuk rajin ke gereja, juga untuk mengajak ayahmu dekat kepada Tuhan.

Posisi sebagai anak memang tidak mudah, karena pada umumnya justru orangtua yang mengingatkan anak-anaknya. Namun seperti yang saya katakan di atas, kamu tidak usah ragu-ragu untuk melanjutkan usaha mengingatkan ayahmu agar kalian dapat bersama-sama ke gereja.

Kamu dan ibumu tentu orang-orang terbaik yang dapat mengajak ayah untuk kembali ke gereja. Ingatlah komunikasi, cara menyampaikan suatu pesan, adalah hal yang inti berhadapan dengan pri badi yang sulit dan keras. Jangan menuntutnya untuk menjadi orang baik, tetapi katakanlah bahwa kamu dan ibumu rindu untuk pergi ke gereja bersama. Perasaanmu yang rindu itu perlu kamu sampaikan, supaya ayah tidak seperti dipaksa, melainkan seperti dianggap sebagai orang yang penting dalam hidupmu dan ibumu.

Merengek, memohon, merayu, tanpa memberi penjelasan atau mengajar, adalah cara terbaik. Kalian adalah keluarga. Jadi pakailah cara sebagai keluarga, agar ayahmu lebih tersentuh dan mau mengusahakan cara hidup baru dengan rajin ke gereja. Banyak harapan anak tidak dapat tercapai, justru karena ia tidak berani bersikap sebagai anak.

Ajaklah ibu bekerjasama denganmu. Bekerjasama menunjukkan suatu usaha yang baik, lemah lembut, disiplin, dan terusmenerus menunjukkan kasih kepada ayahmu, agar ia melihat bahwa kedua orang yang mengasihinya sangat rindu datang ke gereja bersamanya. Terutama ibumu, sebagai isterinya, tentu punya banyak cara untuk mengajak ayahmu. Kamu membantu dari belakang atau secara langsung mendekati ayahmu.

Tunjukkan bahwa Tuhan bersamamu, bahwa Allah Roh Kudus menaungi dan membuatmu berani, pantang mundur, tetap bersemangat mengusahakan yang baik dan tanpa lelah berjuang untuk kebaikan ayahmu. Selain itu, hal terpenting lain adalah kamu sendiri harus menjadi contoh bahwa dekat dengan Tuhan dalam Gereja itu baik dan memperbaiki hidupmu selama ini. Kejelekan harus dibalas dengan kebaikan. Saya yakin kamu bisa melakukannya. Tuhan memberkati!

Alexander Erwin Santoso MSF

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*