Artikel Terbaru

Demo Ahok

Demo Ahok
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ada dua sikap yang muncul di tengah masyarakat Jakarta terkait demo terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 4 November 2016. Pertama, sikap protes dari mereka yang terlibat atau minimal jadi suporter demo. Mereka berpendapat bahwa sudah waktunya Ahok mendapat pelajaran untuk kata-kata pedas yang selama ini ia lontarkan ke publik. Mereka menilai, Ahok tak pantas memimpin Jakarta. Isu agama pun mencuat sebagai  alasan penolakan. Kedua, mereka yang apatis terhadap demo. Kelompok ini mau supaya demo tidak mengganggu kenyamanan perjalanan  dan waktu kerja. Mereka yang ngefans Ahok masuk kelompok ini.

Dua kelompok ini berangkat dari cara pandang parsial yang kemudian diproyeksikan menjadi seruan pubik. Yang satu menyerukan suara yang  tersindir karena kata-kata Ahok, yang satu menyuarakan suara yang tidak mau kenyamanannya terusik. Dua sikap ini mengilustrasikan bahwa dalam keseharian kita di hadapkan pada macam-ma cam pilihan. Kita diminta memilih salah satu untuk mencapai model hidup seutuhnya.

Yesus pernah meminta para murid memilih antara jalan dunia yang tampak mudah atau jalan-Nya yang terjal dan berbatu. Kepada si pemuda yang kaya raya, Yesus menuntut agar membuat pilihan menjual semua harta miliknya untuk mengikuti Yesus atau mempertahankan harta yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah (bdk. Mat 19:16-26). Kisah anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32 pun menyuguhkan dua pilihan: si sulung yang mengukur kebijaksanaan sang ayah dengan harta duniawi dan si bungsu yang mengukur kebesaran hati ayahnya dengan pulang (bertobat).

Jika dilitik dari kaca mata Yesus, mestinya peristiwa demo Ahok tak dilihat sebagai siapa yang tersindir dan siapa yang nyaman. Tetapi pilihan yang lebih tinggi, yakni pilihan yang mengantar kepada kepenuhan hidup dan kesejahteraan bersama (bonum commune).

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*