Artikel Terbaru

Carolus Indra Dwi Purnomo: Psikolog Lansia dan Korban Narkoba

Carolus Indra Dwi Purnomo
[NN/Dok.Pribadi]
Carolus Indra Dwi Purnomo: Psikolog Lansia dan Korban Narkoba
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHari-harinya diisi dengan menolong korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, lansia, serta korban penyalahgunaan narkoba. Ia mengabdi bagi yang menderita.

Pria yang dilahirkan dengan nama Carolus Indra Dwi Purnomo ini menyelesaikan studi strata satu psikologi di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah. Meski telah menyandang gelar sarjana, keinginan untuk terus belajar justru semakin menggelora dalam diri Indra. Ia pun melanjutkan studi di Magister Psikologi Klinis di universitas yang sama.

Setelah merampungkan pendidikan, Indra masuk dalam jajaran pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Soegijapranata Semarang. Di sela-sela kesibukan bergumul dengan diktat pengajaran dan belajar bersama mahasiswa, Indra masih meluangkan waktu membantu terapi para lanjut usia di panti-panti jompo. Melihat perhatian Indra terhadap para orang tua, tiga tahun silam, Pimpinan Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik Semarang, Bruder Heribertus CSA bertemu dengan Indra. Mereka berdiskusi dan membahas beberapa kasus, terutama yang menimpa para lansia. Satu masalah yang kerap ditemui ketika usia lanjut adalah demensia, kemampuan otak yang kian surut atau lebih dikenal dengan kepikunan.

“Lansia yang baru masuk ke panti wreda biasanya mengalami kekacauan psikologis. Ada perasaan sedih karena merasa “dibuang” oleh keluarga. Saya berusaha menjadi mediator bagi lansia dan keluarga. Saya sih berharap keluarga tetap rutin mengunjungi panti wreda dan tidak begitu saja lepas tangan setelah menyerahkan lansia ke panti wreda,” ungkap pria lajang kelahiran Surakarta, 14 Juli 1989 ini.

Setelah berdiskusi dengan Bruder Heribertus CSA, Indra tergerak membantu para lansia di Wisma Lansia Harapan Asri. Semenjak itulah, aktivitas Indra bertambah. Satu pekan dua kali, selama empat hingga lima jam, Indra memberikan terapi kepada para lansia yang menghadapi masalah di Wisma Lansia Harapan Asri. Bila ada lansia yang mempunyai gejala psikotik dan memerlukan obat, Indra pun memberikan rujukan ke psikiater. “Saya membuat program pengobatan dengan tujuan mengurangi tekanan emosional, memodifi kasi strukur koginitif, mengubah lingkungan sosial, serta mengubah kebiasaan, baik secara individual maupun kelompok” ungkap psikolog yang kerap menjadi nara sumber dalam seminar-seminar yang di gelar Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*