Artikel Terbaru

Yesus telah Menyelamatkan Saya

Aksi unjuk rasa kaum LGBT.
AFP PHOTO / Jose CABEZAS (Photo credit should read JOSE CABEZAS/AFP/Getty Images)
Yesus telah Menyelamatkan Saya
4 (80%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Masih banyak orang yang memiliki kecenderungan LGBT menutup diri. Mereka takut dikucilkan. Dalam hatinya, mereka berharap untuk diterima sesuai jati diri mereka.

Jaka (bukan nama sebenarnya), putra kedua dari empat bersaudara ini mulai memberanikan diri menunjukkan dirinya gay setelah kuliah. Sejak 2006, Jaka aktif di organisasi LGBT yang didirikan dengan nama People Like Us (PLU) 1 Hati, Yogyakarta. “Sebenarnya saya merasa sudah gay sejak kecil. Baru waktu kuliah saya berani bicara sama mama,” katanya.

Jaka kos dan bebas aktif di PLU. “Banyak teman-teman LGBT yang mengalami diskriminasi, menerima stigma dan mendapat bully Karena itu saya dan teman-teman membentuk PLU untuk memperjuangkan teman-teman yang lemah ini,” kisahnya.

Jaka sempat beberapa kali diwawancara di televisi. Suatu hari, sanak-familinya melihat siaran wawancara itu dan memberitahu ibu Jaka. Sang ibu lalu meminta Jaka cuti kuliah selama dua tahun. Ia tidak diperbolehkan ke luar rumah. Selama dua tahun, hubungan Jaka dengan ibunya terganggu. “Saya mencoba meyakinkan mama, bahwa inilah diri saya. Inilah jalan hidup yang saya ambil,” ujarnya. Dua tahun berselang, sang mama luluh. “Kamu sudah dewasa. Mau seperti apapun, kamu tetap anakku,” ujar sang ibu. Hubungan mereka pun kembali baik sampai sekarang.

Menutup Diri
Lain lagi dengan Bunga (bukan nama sebenarnya), 20 tahun. Sejak di bangku SMA, Bunga merasa tertarik dengan sesama perempuan dan lawan jenisnya. “Saya memiliki dua tambatan hati, seorang perempuan dan laki-laki,” akunya.

Sebelumnya, Bunga menjalani hubungan dengan laki-laki, setelah beberapa tahun muncul kejenuhan dan mencoba mencari pasangan sesama jenis. Dorongan itu membuat Bunga berhubungan dengan perempuan, tanpa diketahui orangtuanya. “Sengaja tidak saya beritahu, kalau tahu mereka bisa marah,” ujarnya.

Jalinan asmara Bunga dengan sesama jenis ini masih berjalan hingga sekarang. Tak jarang, ketika bertemu mereka memadu kasih.

Berbeda dengan Bunga, Putri, sebut saja demikian, menyadari suka dengan sesama jenis saat studi SMP di Balikpapan, Kalimantan Timur. Karena malu, ia enggan mengungkapkan perasaannya. Namun, diam-diam Putri mulai menonton film-film lesbian. Masuk kelas dua SMA, ia pindah sekolah mengikuti orangtuanya yang bekerja di Surabaya, Jawa Timur. Di sana, Putri menemukan komunitas LGBT dan mulai aktif dalam komunitas itu.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*