Artikel Terbaru

Beato Pier Giorgio M.F.: Memeluk Hikmat, Mengangkat Martabat

Perantara Berkat: Umat sedang berdoa di depan situs Beato Frassati
Beato Pier Giorgio M.F.: Memeluk Hikmat, Mengangkat Martabat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Usianya masih amat muda saat maut menjemputnya. Namun, sederet karya amalnya terpatri di hati kaum miskin.

Suatu malam pada 1920 di Berlin, Jerman, iklim tak bersahabat. Suhu udara anjlok 12 derajat di bawah nol. Nyaris tak ada orang yang berani keluar rumah, kecuali mereka yang punya keperluan penting dan mendesak. Seorang pemuda Italia, Pier Giorgio Michaelangelo Frassati, terpaksa menerjang dingin untuk sampai ke rumahnya usai kuliah.

Dalam perjalanan itu, Pier bersua dengan seorang kakek, sekarat kedinginan di pinggir jalan. Tanpa mempedulikan diri, ia justru menanggalkan mantel untuk membungkus tubuh lelaki malang itu. Nyawa si kakek selamat.

Ayahnya terkejut mendapati putranya pulang dengan pakaian seadanya di tengah cuaca ekstrim. Ia pun naik pitam. Alih-alih melawan, Pier dengan santun mengisahkan kejadian yang ia alami saat perjalanan pulang. Bukan kali itu saja Pier menunjukkan sikap belarasa pada sesama yang menderita, miskin dan teraniaya. Saat kelulusannya, ia ditawari sang ayah mobil atau uang sebagai kado. Ia memilih uang. Alasannya sederhana. Uang itu ia pakai untuk membantu orang miskin yang ia jumpai atau yang minta bantuan padanya.

Tak jarang Pier merelakan ongkos transportnya untuk orang miskin. Ia memilih jalan kaki untuk pulang ke rumah. Jika harus naik angkutan umum, ia selalu memilih moda transportasi yang digunakan kelas bawah. Hal ini kerap menjadi pertanyaan teman-temannya: bagaimana mungkin anak orang kaya mau berjubel dengan rakyat jelata? Solidaritas dan kedermawanan putra sulung keluarga Frassati ini sudah tertanam sejak kecil. Suatu ketika, seorang perempuan miskin bersama anak lelakinya yang masih kecil datang ke rumah keluarga Frassati. Saat melihat kedatangan tamu, Pier kecil segera berjingkat keluar rumah untuk menemui mereka. Ia tertegun melihat bocah seusianya berdiri di samping ibunya tanpa kasut. Tanpa banyak kata, ia melepaskan sepatu dan memberikannya pada tamu istimewanya itu.

Keluarga Terpandang
Pier lahir di Turin, Italia, 6 April 1901. Sulung buah hati pasangan Alfredo Frassati dan Adelaide Ametis ini berasal dari keluarga bergelimang materi. Orangtuanya sangat terpandang di Italia. Alfredo termasuk pemilik salah satu koran nasional terbesar di Italia yang berhaluan liberal, La Stampa Selain itu, ayahnya berkecimpung dalam kancah politik. Di antaranya, ia menjadi Senator Italia yang kemudian hari didapuk sebagai Duta Besar Italia di Jerman (1920).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*