Artikel Terbaru

Mendengarkan

[Sumber foto: psychupforjobsearch.wordpress.com]
Mendengarkan
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – “People talking without speaking. People hearing without listening.” (Simon and Art Garfunkle)

Penggalan bait tersebut diambil dari lagu The sound of silence yang dulu populer dinyanyikan duet Simon-Art Garfunkle pada tahun 1970-an. Bait tersebut benar-benar pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan fakta yang ada di dalam masyarakat dan juga ada di antara keluarga kita.

Kenyataannya, banyak orang yang hanya berkata namun tidak berbicara, banyak orang yang mendengar namun tidak mendengarkan. Bait lagu Simon-Art Garfunkle mengekspresikan, berbicara dengan memperhatikan lawan bicara lebih berarti daripada sekadar berkata-kata, mendengarkan memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar mendengar.

Mendengar memang berbeda dengan mendengarkan. Setiap hari, setiap jam bahkan setiap saat, kita mendengar suara apa pun yang ada di sekitar kita, baik yang keras seperti suara knalpot kendaraan, suara klakson mobil, suara musik dengan volume tinggi maupun suara yang lebih lembut seperti suara ciap-ciap burung di kejauhan atau bahkan suara dedaunan yang gemerisik tertiup angin. Semua suara tersebut kita dengar, namun tidak ada yang masuk dalam benak kita, tidak masuk ke dalam memori. Mendengarkan adalah mendengar, namun dengan sungguh-sungguh dan memusatkan perhatian dengan penuh. Terkadang untuk memusatkan perhatian tersebut orang harus memejamkan mata agar konsentrasi pendengarannya tidak terganggu dengan apa yang dia lihat.

Mendengar ataupun mendengarkan umumnya berkaitan dengan telinga dan kualitas alat pendengar manusia. Anak atau balita yang mengalami gangguan alat pendengar atau bahkan tidak dapat mendengar sama sekali akan mengalami hambatan dalam perkembangannya terutama hambatan kemampuan menirukan suara. Anak belajar pertama kali dengan cara menirukan. Balita atau anak yang memiliki gangguan pendengaran tidak mampu menirukan suara karena dia tidak mendengar apa pun dari lingkungannya yang berfungsi sebagai stimulan terhadap dirinya. Akibat selanjutnya, pada usia di mana anak-anak lain sudah mampu berkata “papa” ataupun “mama” yang merupakan kemampuan menirukan suara ibu-bapaknya, anak itu belum memiliki kemampuan menirukan suara tersebut, yang akhirnya akan berkembang menjadi ketidakmampuan berbicara. Kemampuan mendengar adalah sesuatu yang amat penting bagi manusia untuk mampu berbicara.

Mendengarkan dalam keluarga
Tidak ada anak yang nakal. Yang ada sebenarnya adalah anak yang tidak pernah didengarkan. Nakal adalah cara anak untuk menarik perhatian orangtuanya. Pada saat anak belum dapat berbicara, menangis adalah cara menyampaikan adanya sesuatu yang tidak nyaman yang dirasakannya. Sejalan dengan perkembangannya, anak akan belajar berbicara dan menyampaikan sesuatu yang diinginkannya. Kenyataannya, sebagian anak tidak mampu menyampaikan sesuatu yang diinginkannya kepada orangtua atau keluarganya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*