Artikel Terbaru

Kristianto R M Naben SVD: Dirampok dan Disiksa di Tanah Misi

Romo Kristianto Ratu Marius Naben SVD
[NN/Dok.Pribadi]
Kristianto R M Naben SVD: Dirampok dan Disiksa di Tanah Misi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKejadian yang menimpanya merupakan sedikit pengalaman salib Yesus. Mengampuni bukan melupakan, tetapi justru menyembuhkan.

Moncong revolver kaliber 58 mengecup kepala Romo Kristianto Ratu Marius Naben SVD. “Diam di situ. Jangan bergerak!” perintah pria yang berada di belakangnya. Pria itu menunjukkan pistol, membuka silinder, dan mengeluarkan peluru. “Sudah liat?” tanya pria itu seolah ingin mengatakan, pistol yang digenggamnya bukan mainan.

Romo Cristiano, sapaannya, mengangguk, tanpa sepatah katapun. Jantungnya berdegup kencang. Dia disuruh tiarap, kaki dan tangannya diikat dengan kabel pelantang. Perlakuan yang dia terima tak beda dengan hewan buruan yang siap disembelih. “Praaak,” pria berbadan mungil menendang kepala imam asal Indonesia itu. Perampok itu tak ingin wajahnya dikenali sang imam.

“Jangan lihat muka saya,” ancam perampok lain kepada imam kelahiran Eban, Timor, Nusa Tenggara Timur, 36 tahun silam itu. Kepala Paroki Nossa Senhora Estrela do Mar, Ilha Comprida, São Paulo, Brazil itu tak berani mengangkat muka. Dia hanya mendengar gemericik kunci yang samar-samar. Rupanya, mereka membuka pintu, menyilakan kawan perampok lain masuk ke pastoran.

Litani Penderitaan
Awal Maret lalu, sekitar pukul 21.30, Romo Cristiano sedang berbaring di sofa pastoran. Sambil mengutak-atik gawai, dia menyaksikan siaran televisi tentang kehidupan binatang liar. Semua ruangan pastoran nyaris gelap, hanya lampu di ruang tengah yang sengaja dibiarkannya menyala.

Malam itu dia sendirian. Sebenarnya ada dua imam di paroki yang berada di Keuskupan Registro itu. Tapi koleganya, Romo Danilo Mafficini SVD sedang ke São Paulo. Imam asal Italia yang sudah berusia 85 tahun itu berobat ke sana.

Cuaca malam itu memang agak panas. Romo Cristiano merasa gerah. Pintu penghubung antara dapur, kamar makan, dengan teras lantai dua sengaja dia buka. Tiba-tiba, saat asyik nonton, dia melihat gerak bayangan dari belakang. Semula dia mengira Romo Danilo. Ternyata, perampok menyatroni pastoran.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*